Kapten Ckm dr. Aaron Franklyn Soaduon Simatupang, M.H.Kes., M.M.R.S. kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pembinaan mental dan fisik prajurit TNI. Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna, ia mengajak prajurit terbaiknya untuk berlatih di gym sebagai bentuk motivasi dan penguatan semangat juang.
“Hari ini kita ajakin prajurit terbaik kita nge-gym,” ujar Kapten Ckm dr. Aaron dengan penuh semangat. Kegiatan ini bukan sekedar latihan fisik, tetapi juga menjadi simbol bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus berkembang dan menjadi versi terbaik dari diri sendiri.
Sosok prajurit yang diajak berlatih tersebut merupakan prajurit Raider yang mengalami amputasi pascakontak di Papua. Meski telah kehilangan salah satu anggota tubuhnya, semangat juang dan dedikasinya sebagai prajurit tidak pernah luntur.
Kapten Ckm dr. Aaron menegaskan bahwa keterbatasan fisik tidak boleh menjadi alasan untuk menyerah pada keadaan. Sebaliknya, kondisi tersebut justru dapat menjadi titik balik untuk membangun mental yang lebih kuat, disiplin yang lebih tinggi, serta pola hidup yang lebih sehat.
Kegiatan latihan di gym ini juga menjadi bagian dari proses pemulihan dan adaptasi fisik pascaamputasi. Dengan pendampingan yang tepat, prajurit disabilitas tetap dapat menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan kepercayaan diri, dan mempertahankan kualitas hidup yang baik.
“Keterbatasan bukanlah halangan untuk menjadi versi lebih baik dari diri kita,” tegas Kapten Aaron. Pesan ini tidak hanya ditujukan bagi prajurit disabilitas, tetapi juga bagi seluruh personel TNI dan masyarakat luas yang tengah berjuang menghadapi keterbatasan dalam hidupnya.
Prajurit Raider tersebut menjadi bukti nyata bahwa mental baja adalah kunci utama dalam menghadapi cobaan. Meski pernah berada di medan operasi dengan risiko tinggi, ia tetap memilih untuk bangkit, berlatih, dan menata kembali masa depannya dengan sikap positif.
Motivasi yang ditanamkan melalui kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa disabilitas bukan akhir dari pengabdian, melainkan awal dari perjuangan baru dengan bentuk yang berbeda namun tetap bermakna.
Kapten Aaron mengajak seluruh prajurit untuk saling menguatkan dan menumbuhkan empati. Dukungan lingkungan, rekan seperjuangan, dan pimpinan menjadi faktor penting dalam menjaga semangat prajurit pasca cedera tugas.
Dengan pesan “Stay positive, stay safe,” Kapten Aaron menutup kegiatan tersebut penuh harapan. Kisah ini menjadi inspirasi bahwa keberanian sejati bukan hanya ditunjukkan di medan tempur, tetapi juga dalam kemampuan untuk bangkit, menerima keadaan, dan terus melangkah maju tanpa menyerah.
› Berita
Keterbatasan Bukan Halangan: Kapten Ckm dr. Aaron Simatupang Ajak Prajurit Disabilitas Tetap Berprestasi
Keterbatasan Bukan Halangan: Kapten Ckm dr. Aaron Simatupang Ajak Prajurit Disabilitas Tetap Berprestasi

Komentar
Bhumi Literasi