Prasetyo Budhi Setiawan, S.Psi., bersama Rizal Mutaqin, S.Kom., M.Sc., resmi menulis buku berjudul Mozaik Budaya Fakfak. Karya ini digagas sebagai upaya mendokumentasikan kekayaan budaya, sejarah, serta kearifan lokal masyarakat Fakfak dalam satu narasi yang utuh dan inspiratif.
Prasetyo Budhi Setiawan yang menjabat sebagai Sekretaris Umum Bhumi Literasi Anak Bangsa dikenal aktif dalam pengembangan literasi dan kegiatan sosial berbasis pendidikan. Sementara itu, Rizal Mutaqin selaku Ketua Umum Bhumi Literasi Anak Bangsa telah banyak menulis buku bertema kepemimpinan, pendidikan, dan kebangsaan. Kolaborasi keduanya menghadirkan perspektif yang kaya dalam membingkai wajah budaya Fakfak.
Buku Mozaik Budaya Fakfak mengangkat berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari adat istiadat, tradisi maritim, nilai toleransi antarumat beragama, hingga sastra lisan yang diwariskan turun-temurun. Penulisan dilakukan dengan pendekatan naratif, sehingga pembaca tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga merasakan denyut kehidupan masyarakat Fakfak.
Menurut Prasetyo, buku ini lahir dari keinginan untuk memperkenalkan Fakfak sebagai daerah yang memiliki identitas kuat dan unik. Ia menilai bahwa banyak kekayaan lokal yang belum terdokumentasi secara komprehensif, sehingga perlu diabadikan dalam bentuk tulisan agar tidak hilang oleh perubahan zaman.
Rizal Mutaqin menambahkan bahwa literasi daerah memiliki peran penting dalam membangun kebanggaan generasi muda terhadap akar budayanya. Dengan membaca kisah dan nilai yang tumbuh di tanah kelahiran sendiri, generasi muda diharapkan memiliki fondasi identitas yang kokoh di tengah arus globalisasi.
Proses penulisan buku ini melibatkan penggalian data, wawancara, serta refleksi atas dinamika sosial budaya di Fakfak. Penulis berupaya menyajikan fakta dan nilai budaya secara berimbang, sehingga buku ini dapat menjadi referensi sekaligus bacaan populer yang mudah dipahami berbagai kalangan.
Bhumi Literasi Anak Bangsa sebagai organisasi literasi turut mendukung penuh penerbitan buku ini. Organisasi tersebut selama ini aktif mendorong lahirnya karya-karya tulis yang memperkuat budaya membaca dan menulis di Indonesia, termasuk di daerah-daerah yang kaya tradisi seperti Fakfak.
Buku Mozaik Budaya Fakfak juga diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran di sekolah dan komunitas literasi. Dengan demikian, nilai-nilai adat, semangat toleransi, serta kearifan lokal dapat terus diwariskan secara sistematis kepada generasi berikutnya.
Kolaborasi dua tokoh literasi ini menjadi contoh nyata bagaimana gerakan literasi dapat bersinergi dengan pelestarian budaya. Penulisan buku bukan sekedar proyek akademik, melainkan bagian dari upaya menjaga identitas dan memperkaya khazanah literatur Indonesia.
Melalui Mozaik Budaya Fakfak, Prasetyo Budhi Setiawan dan Rizal Mutaqin berharap masyarakat semakin mengenal dan mencintai budaya Fakfak. Buku ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam perjalanan dokumentasi budaya lokal, sekaligus inspirasi bagi penulis lain untuk mengangkat kekayaan daerahnya masing-masing.


