-->
  • Jelajahi

    Copyright © Bhumi Literasi Anak Bangsa
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Profil

    Buku Mulai Ditinggalkan? Gerakan Rabu Membaca Hadirkan Sosok Inspiratif untuk Melawan!

    Bhumi Literasi
    Thursday, April 30, 2026, April 30, 2026 WIB Last Updated 2026-05-01T01:52:38Z

     


    Kegiatan literasi kembali menggema di Nusa Tenggara Barat melalui agenda rutin bertajuk “Rabu Membaca” yang digelar pada 29 April 2026. Program ini merupakan inisiatif dari DPC Mataram Bhumi Literasi Anak Bangsa yang konsisten mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk kembali mencintai buku di tengah gempuran era digital.

    Dalam kegiatan kali ini, suasana terasa berbeda dan lebih semarak. Kehadiran Putri Indonesia NTB 2025 menjadi magnet tersendiri yang berhasil menarik perhatian peserta. Sosok inspiratif tersebut tidak hanya hadir secara simbolis, tetapi juga ikut terlibat langsung dalam kegiatan membaca bersama.

    Ketua DPC Mataram Bhumi Literasi Anak Bangsa, Muhammad Dzul Fadlli, S.E., M.E., menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekedar rutinitas, melainkan gerakan nyata untuk melawan rendahnya minat baca di kalangan masyarakat. Ia menyebut bahwa literasi adalah fondasi dalam membangun bangsa yang cerdas dan berdaya saing.

    Menurutnya, kolaborasi dengan figur publik seperti Putri Indonesia NTB 2025 menjadi strategi efektif untuk meningkatkan daya tarik kegiatan literasi. Kehadiran figur inspiratif dinilai mampu memberikan motivasi tambahan bagi anak-anak untuk lebih dekat dengan buku.

    Kegiatan Rabu Membaca ini diisi dengan berbagai aktivitas menarik, mulai dari membaca cerita bersama, diskusi ringan, hingga sesi interaktif yang melibatkan peserta secara aktif. Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian acara yang dikemas secara edukatif namun tetap menyenangkan.

    Tak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi sosial yang positif. Peserta diajak untuk memahami pentingnya membangun budaya membaca sejak dini di lingkungan keluarga.

    Muhammad Dzul Fadlli menambahkan bahwa gerakan literasi tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan sinergi antara komunitas, pemerintah, dan masyarakat luas agar dampaknya bisa lebih signifikan dan berkelanjutan.

    Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak wilayah di NTB. Dengan demikian, semangat membaca tidak hanya menjadi tren sesaat, tetapi benar-benar menjadi budaya yang mengakar di masyarakat.

    Sementara itu, Putri Indonesia NTB 2025 dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap gerakan ini. Ia mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga tetap menjadikan buku sebagai sumber utama pengetahuan.

    Di tengah tantangan zaman, langkah kecil seperti ini menjadi bukti bahwa perubahan besar bisa dimulai dari kebiasaan sederhana: membuka buku dan mulai membaca. 

    Komentar

    Tampilkan