-->
  • Jelajahi

    Copyright © Bhumi Literasi Anak Bangsa
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Profil

    Ketika Orang IT Bicara Literasi: Bayu Kurnianto Ungkap Fakta yang Mengkhawatirkan!

    Bhumi Literasi
    Friday, April 24, 2026, April 24, 2026 WIB Last Updated 2026-04-25T06:11:23Z

     


    Masih ingat dengan sosok Bayu Kurnianto? Nama yang selama ini dikenal luas sebagai figur yang berkecimpung puluhan tahun di dunia teknologi informasi itu kini kembali mencuri perhatian. Bukan karena inovasi digital semata, melainkan langkah beraninya terjun langsung ke gerakan literasi nasional.


    Selama bertahun-tahun, Bayu Kurnianto dikenal sebagai sosok yang mengabdikan diri di bidang IT, sebuah dunia yang identik dengan logika, sistem, dan kecepatan. Ia menjadi bagian dari generasi yang menyaksikan transformasi digital dari era sederhana hingga kompleks seperti saat ini. Pengalaman panjang itu menjadikannya figur yang matang dalam membaca perubahan zaman.


    Namun, di tengah derasnya arus digitalisasi, ia melihat satu ironi besar: kemajuan teknologi tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas literasi masyarakat. Banyak yang mahir menggunakan gawai, tetapi minim dalam kemampuan berpikir kritis dan memahami informasi secara mendalam.


    Kesadaran itulah yang mendorongnya mengambil langkah berbeda. Kini, Bayu Kurnianto aktif dalam gerakan literasi nasional bersama Bhumi Literasi Anak Bangsa, sebuah komunitas yang fokus pada penguatan budaya baca dan tulis di tengah masyarakat akar rumput.


    Menurut Bayu, dunia IT dan literasi merupakan dua bidang yang saling melengkapi. Ia percaya bahwa teknologi tanpa literasi hanya akan melahirkan generasi yang cepat mengakses, tetapi lambat memahami.


    Dalam berbagai kegiatan literasi, ia tidak hanya hadir sebagai simbol, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi, pelatihan, hingga pengembangan program. Kehadirannya memberi warna baru, terutama dalam mengintegrasikan literasi dengan pendekatan teknologi digital.


    Langkah ini juga menjadi pesan kuat bahwa literasi bukan hanya tanggung jawab akademisi atau pendidik. Bahkan seorang praktisi IT dengan latar belakang panjang di dunia teknologi pun merasa terpanggil untuk ikut ambil bagian dalam membangun budaya literasi bangsa.


    Bhumi Literasi Anak Bangsa sendiri menjadi wadah strategis bagi gerakan ini. Dengan jaringan yang terus berkembang, komunitas ini berupaya menjangkau berbagai lapisan masyarakat, dari pelajar hingga profesional, untuk kembali mencintai kegiatan membaca dan menulis.


    Kehadiran figur profesional seperti Bayu Kurnianto memperkuat legitimasi bahwa literasi adalah kebutuhan mendasar di era modern. Ia menjadi bukti bahwa transformasi diri bukan hanya mungkin, tetapi juga penting demi menjawab tantangan zaman.


    Kini, publik tidak lagi hanya mengenalnya sebagai “orang IT”, tetapi juga sebagai pegiat literasi yang konsisten. Langkah Bayu Kurnianto menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh seberapa kuat budaya literasinya.

    Komentar

    Tampilkan