Pembina Bhumi Literasi Anak Bangsa, Mayjen TNI (Purn.) Dr. Nugraha Gumilar, M.Sc., menginstruksikan kepada Ketua Umum Bhumi Literasi Anak Bangsa untuk segera melaksanakan kegiatan kolaborasi menulis bersama para Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW). Instruksi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat gerakan literasi berbasis kolaborasi di Indonesia.
Arahan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas karya tulis sekaligus memperluas jangkauan literasi di berbagai daerah. Kolaborasi ini diharapkan mampu menjadi wadah bagi para pengurus wilayah untuk menuangkan gagasan, pengalaman, dan inspirasi dalam bentuk tulisan yang berdampak.
Menurut Nugraha Gumilar, kegiatan menulis bersama bukan sekedar menghasilkan buku atau karya, tetapi juga membangun budaya berpikir kritis, kreatif, dan reflektif di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa literasi adalah fondasi dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul.
Ketua Umum Bhumi Literasi Anak Bangsa menyambut baik instruksi tersebut dan menyatakan kesiapan untuk mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan dengan seluruh Ketua DPW. Ia menilai kolaborasi ini sebagai momentum untuk mempererat sinergi antarwilayah dalam satu visi literasi nasional.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini akan melibatkan seluruh DPW untuk berkontribusi dalam penulisan karya bersama. Setiap wilayah diharapkan dapat mengangkat tema-tema lokal yang relevan, sehingga karya yang dihasilkan memiliki keberagaman perspektif dan kekayaan konten.
Program ini juga dirancang untuk menjadi ruang belajar bersama, di mana para penulis pemula maupun yang sudah berpengalaman dapat saling bertukar ide dan meningkatkan kualitas tulisan. Pendampingan dan pembinaan juga akan menjadi bagian dari kegiatan ini.
Lebih lanjut, kolaborasi menulis ini diharapkan mampu melahirkan karya yang tidak hanya inspiratif, tetapi juga memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial yang ada di masyarakat. Dengan demikian, literasi tidak berhenti pada wacana, tetapi menjadi aksi nyata.
Bhumi Literasi Anak Bangsa selama ini dikenal aktif dalam mendorong gerakan literasi di berbagai kalangan, khususnya bagi penulis pemula. Program kolaboratif ini menjadi bukti komitmen organisasi dalam menciptakan ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan.
Para Ketua DPW pun diharapkan dapat berperan aktif sebagai motor penggerak di wilayah masing-masing. Keterlibatan mereka menjadi kunci keberhasilan program ini, mengingat peran strategis DPW dalam menjangkau masyarakat secara langsung.
Dengan adanya instruksi ini, Bhumi Literasi Anak Bangsa semakin menegaskan posisinya sebagai organisasi yang konsisten dalam membangun budaya literasi di Indonesia. Kolaborasi menulis ini diharapkan menjadi langkah awal dari berbagai program inovatif lainnya di masa mendatang.


