Sekretaris Pembina Bhumi Literasi Anak Bangsa, Bayu Kurnianto, kembali mencuri perhatian publik dengan sebuah karya yang tak biasa. Sosok militer yang dikenal dengan dedikasi tinggi itu kini menunjukkan sisi lain dirinya melalui sebuah lagu berjudul “Sampai Tenggelam Cintakupun Berlabuh.” Lagu ini bukan sekedar karya seni, tetapi juga refleksi mendalam tentang cinta, pengabdian, dan loyalitas kepada bangsa dan negara.
Lagu Sampai Tenggelam Cintakupun Berlabuh disebut sebagai karya sederhana yang lahir dari ketulusan hati. Namun di balik kesederhanaannya, tersimpan pesan kuat tentang semangat kebangsaan yang tak lekang oleh waktu. Karya ini menjadi bukti bahwa pengabdian tidak hanya diwujudkan dalam tindakan fisik, tetapi juga melalui ekspresi budaya dan seni.
Dalam pernyataannya, Bayu Kurnianto menegaskan bahwa lagu tersebut dibuat dengan penuh rasa cinta kepada tanah air. Ia ingin menyampaikan bahwa setiap individu memiliki cara masing-masing untuk berkontribusi bagi negeri, selama dilandasi niat yang tulus dan komitmen yang kuat. Hal ini sangat relevan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Lagu ini juga mengangkat semangat “loyalitas waras tanpa batas,” sebuah konsep yang menekankan keseimbangan antara dedikasi dan kesadaran diri. Menurutnya, pengabdian tidak boleh kehilangan arah, tetapi harus tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan dan kebijaksanaan.
Momentum peluncuran lagu ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan perjalanan panjang pengabdian Bayu Kurnianto yang hampir mencapai tiga dekade. Sejak 13 Mei 1996 hingga menuju 13 Mei 2026, perjalanan tersebut menjadi saksi dedikasi tanpa henti dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.
Selama hampir 30 tahun, Bayu telah melewati berbagai dinamika tugas dan tanggung jawab. Pengalaman tersebut tidak hanya membentuk karakter kepemimpinannya, tetapi juga memperkaya perspektifnya dalam memandang arti pengabdian yang sesungguhnya. Lagu ini pun menjadi semacam refleksi perjalanan hidup yang penuh makna.
Pesan utama yang ingin disampaikan melalui lagu ini adalah pentingnya menjaga semangat dan tidak mudah menyerah. Dalam kondisi apa pun, setiap individu diharapkan tetap memiliki energi positif untuk terus berkontribusi bagi lingkungan dan negaranya.
Tak hanya itu, Bayu juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung perjalanan pengabdiannya. Ia menyadari bahwa setiap langkah yang diambil tidak pernah berdiri sendiri, melainkan hasil dari kolaborasi, dukungan, dan kepercayaan banyak pihak.
Kehadiran lagu ini pun mendapat respons positif dari berbagai kalangan, khususnya komunitas literasi dan kebangsaan. Banyak yang menilai bahwa karya ini mampu menjadi inspirasi baru dalam membangun semangat nasionalisme melalui pendekatan yang lebih humanis dan menyentuh.
Dengan semangat menuju 30 tahun pengabdian, Bayu Kurnianto tidak hanya meninggalkan jejak sebagai prajurit, tetapi juga sebagai kreator yang mampu menyuarakan nilai-nilai kebangsaan melalui seni. Lagu ini menjadi pengingat bahwa cinta kepada negeri bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk, bahkan hingga “tenggelam,” namun tetap berlabuh pada satu tujuan: Indonesia.

