Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Brigif 18/Trisula berlangsung penuh makna dengan digelarnya acara syukuran sekaligus peluncuran buku "Langit Dili 1975 (Operasi Lintas Udara Terbesar TNI)" karya Danbrigif 18/Trisula, Kolonel Inf Paulus Pandjaitan, S.H., MPICT. Kegiatan yang dilaksanakan di Balairung Seroja Brigif 18/Trisula, Jabung, Kabupaten Malang, Selasa (28/7), menjadi momentum dalam memperkuat semangat pengabdian sekaligus melestarikan sejarah perjuangan prajurit TNI.
Peluncuran buku tersebut menjadi sorotan utama dalam rangkaian peringatan HUT Brigif 18/Trisula. Kehadiran karya sejarah tersebut tidak hanya menandai lahirnya sebuah referensi mengenai Operasi Lintas Udara terbesar yang pernah dilaksanakan TNI, tetapi juga menjadi bentuk nyata komitmen satuan dalam menjaga memori kolektif perjuangan bangsa agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Acara syukuran berlangsung khidmat dan dipimpin langsung oleh Danbrigif 18/Trisula Kolonel Inf Paulus Pandjaitan, S.H., MPICT melalui video conference (vicon) dari Rahlat Situ Lembang. Meskipun mengikuti kegiatan secara virtual, Danbrigif tetap memberikan arahan dan semangat kepada seluruh keluarga besar Brigif 18/Trisula untuk terus menjaga tradisi pengabdian yang telah dibangun selama enam dekade.
Peluncuran buku Langit Dili 1975 menjadi simbol bahwa sejarah bukan sekedar catatan masa lalu, melainkan sumber inspirasi bagi generasi penerus. Buku tersebut mengangkat kisah Operasi Lintas Udara Terbesar TNI di Dili pada tahun 1975 sebagai salah satu tonggak dalam perjalanan sejarah militer Indonesia, sekaligus menghadirkan perspektif yang memperkaya literatur pertahanan dan sejarah nasional.
Melalui buku ini, Kolonel Inf Paulus Pandjaitan berharap nilai-nilai keberanian, loyalitas, profesionalisme, serta pengorbanan para prajurit dapat terus diwariskan kepada generasi muda, khususnya para prajurit TNI. Dokumentasi sejarah yang tersusun dalam buku tersebut diharapkan mampu menjadi media edukasi sekaligus pengingat akan besarnya pengabdian para pendahulu dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Rangkaian syukuran semakin bermakna dengan prosesi pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXI Brigif 18/Trisula, Ny. Novella Paulus. Potongan tumpeng kemudian diserahkan kepada perwakilan Veteran Seroja sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan terima kasih atas jasa, pengorbanan, serta dedikasi para pejuang yang telah mengukir sejarah pengabdian bagi bangsa.
Suasana penuh kekeluargaan juga terasa dengan kehadiran Danyonif 502/Ujwala Yudha, Wadanyonif 502/Ujwala Yudha, para Perwira Staf, Kakarom 501/Bajra Yudha, Kakorum 503/Mayangkara, Veteran Seroja, Warakawuri Seroja, serta prajurit dan Persit Brigif 18/Trisula. Kebersamaan lintas generasi tersebut mencerminkan eratnya ikatan antara prajurit aktif dengan para veteran yang telah lebih dahulu mengabdikan diri kepada negara.
Peringatan HUT ke-60 Brigif 18/Trisula sekaligus menjadi refleksi atas perjalanan panjang satuan yang selama enam puluh tahun terus menunjukkan dedikasi dalam berbagai penugasan demi menjaga keutuhan dan kedaulatan Indonesia. Momentum ini menjadi pengingat bahwa semangat juang para pendahulu harus terus menjadi landasan dalam menghadapi tantangan pengabdian di masa depan.
Peluncuran buku Langit Dili 1975 juga mempertegas bahwa pelestarian sejarah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan karakter prajurit. Dengan mendokumentasikan berbagai peristiwa bersejarah dalam bentuk karya tulis, Brigif 18/Trisula menunjukkan kepeduliannya terhadap pentingnya literasi sejarah sebagai sarana pembelajaran sekaligus penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Melalui semangat HUT ke-60 dan peluncuran buku Langit Dili 1975, Brigif 18/Trisula menegaskan komitmennya untuk terus mengabdi kepada bangsa dan negara dengan profesionalisme, loyalitas, serta semangat pantang menyerah. Warisan perjuangan para pendahulu diharapkan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi setiap prajurit dalam melanjutkan pengabdian terbaik kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.