Ada banyak hal yang ingin kita lakukan dalam hidup, tetapi sering kali berhenti pada keinginan. Kita ingin membaca lebih banyak, ingin belajar, ingin berbagi pengetahuan, bahkan ingin menghasilkan buku. Namun, kesibukan dan berbagai alasan membuat semuanya tertunda. Karena itu, mungkin sudah saatnya kita memulai dari sesuatu yang sederhana: menulis satu artikel setiap hari. Tidak perlu panjang, tidak harus sempurna, dan tidak harus langsung dibaca banyak orang. Yang terpenting adalah mulai.
Menulis satu artikel setiap hari bukan berarti kita harus menghasilkan tulisan belasan halaman. Satu artikel dapat dimulai dari 500–700 kata tentang sesuatu yang kita pikirkan, alami, pelajari, atau amati. Kita bisa menulis tentang pendidikan, pekerjaan, keluarga, teknologi, lingkungan, kepemimpinan, masyarakat, bahkan pengalaman sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Sesuatu yang menurut kita biasa saja, bisa jadi memiliki nilai dan pelajaran bagi orang lain.
Manfaat pertama dari kebiasaan menulis adalah melatih kemampuan berpikir. Ketika hendak menulis, kita dipaksa untuk menyusun gagasan agar menjadi lebih teratur. Kita belajar membedakan mana fakta, mana pendapat, mana contoh, dan mana kesimpulan. Dengan demikian, menulis sebenarnya bukan sekedar aktivitas untuk menghasilkan rangkaian kata, tetapi juga latihan untuk berpikir secara sistematis.
Manfaat kedua adalah memperluas wawasan. Sering kali seseorang baru menyadari bahwa pengetahuannya belum cukup ketika mulai menulis. Untuk membuat satu artikel yang baik, kita terdorong membaca referensi, mencari data, berdiskusi, dan mempelajari sudut pandang lain. Dengan kata lain, kebiasaan menulis akan mendorong kita kembali membaca. Membaca menghasilkan pengetahuan, pengetahuan melahirkan gagasan, dan gagasan kemudian dituangkan menjadi tulisan.
Manfaat berikutnya adalah membangun keberanian untuk menyampaikan gagasan. Banyak orang sebenarnya memiliki pemikiran yang menarik, tetapi tidak terbiasa menyampaikannya. Mereka takut salah, takut dikritik, atau merasa tulisannya belum cukup bagus. Padahal, kemampuan menulis tidak akan berkembang jika kita terus menunggu sampai merasa sempurna. Tulisan pertama mungkin belum bagus, tetapi tulisan kesepuluh biasanya sudah berbeda. Tulisan keseratus akan semakin berbeda lagi.
Menulis setiap hari juga dapat menjadi rekam jejak pemikiran. Apa yang kita pikirkan hari ini mungkin akan terlupakan beberapa tahun kemudian. Namun, tulisan dapat menyimpan gagasan, pengalaman, dan perjalanan pemikiran kita. Suatu hari nanti, tulisan-tulisan tersebut dapat menjadi arsip pribadi, bahan untuk buku, materi pembelajaran, atau bahkan sumber inspirasi bagi orang lain. Apa yang dimulai sebagai artikel sederhana bisa berkembang menjadi karya yang lebih besar.
Kebiasaan ini juga membuka peluang untuk membangun personal branding secara alami. Seseorang yang konsisten menulis tentang bidang tertentu perlahan akan dikenal melalui gagasannya. Tidak perlu selalu memperkenalkan diri sebagai seorang ahli. Biarkan tulisan yang berbicara. Ketika seseorang konsisten membahas pendidikan, misalnya, orang lain akan mulai mengenalnya melalui pemikiran-pemikirannya tentang pendidikan. Konsistensi inilah yang kemudian membentuk reputasi.
Bayangkan jika kita benar-benar konsisten selama satu tahun. Satu artikel setiap hari berarti sekitar 365 tulisan dalam setahun. Tidak semuanya harus menjadi tulisan terbaik. Sebagian mungkin hanya berupa catatan sederhana, sebagian lainnya bisa menjadi artikel yang sangat kuat. Namun dari ratusan tulisan tersebut, sangat mungkin lahir puluhan tulisan yang layak dikembangkan menjadi buku, materi seminar, opini media, atau karya lainnya. Produktivitas besar sering kali lahir dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Karena itu, kita tidak perlu menunggu inspirasi datang. Justru dengan menulis, kita dapat menciptakan ruang bagi munculnya inspirasi baru. Jika hari ini tidak tahu harus menulis apa, mulailah dengan pertanyaan sederhana: Apa yang saya pelajari hari ini? Apa yang saya lihat hari ini? Masalah apa yang saya pikirkan hari ini? Apa yang bisa saya bagikan kepada orang lain hari ini? Dari pertanyaan sederhana tersebut, akan muncul sebuah gagasan yang dapat dikembangkan menjadi tulisan.
Maka, mulai hari ini, mari kita menulis satu artikel setiap hari. Jangan terlalu sibuk mengejar kesempurnaan hingga lupa memulai. Tulis apa yang kita ketahui, pelajari apa yang belum kita ketahui, lalu bagikan apa yang kita pahami. Satu artikel mungkin terlihat kecil, tetapi jika dilakukan setiap hari, ia akan menjadi ratusan gagasan, puluhan karya, dan sebuah jejak intelektual yang panjang. Sebab pada akhirnya, menulis bukan hanya tentang menghasilkan kata-kata, tetapi tentang meninggalkan gagasan yang suatu hari mungkin memberi manfaat bagi orang lain.
Ditulis oleh: Rizal Mutaqin, S.Kom., M.Sc. (Ketua Umum Bhumi Literasi Anak Bangsa)
