Malang — Perjalanan Bhumi Literasi Anak Bangsa di Kota Malang tidak dapat dilepaskan dari sosok H. Muhammad Arif, S.Hum., M.Pd., M.A., yang menjadi Ketua DPC Bhumi Literasi Malang pertama. Kehadirannya menjadi bagian penting dalam membangun fondasi awal gerakan literasi Bhumi Literasi di tingkat daerah, khususnya di Kota Malang.
Sebagai ketua pertama, H. Muhammad Arif hadir pada fase awal pengembangan organisasi di daerah. Posisi tersebut tidak sekedar menjadi bagian dari struktur organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk menerjemahkan semangat Bhumi Literasi Anak Bangsa ke dalam gerakan yang dekat dengan masyarakat.
Kota Malang sendiri memiliki ekosistem pendidikan yang kuat. Kehadiran berbagai perguruan tinggi, sekolah, komunitas, serta ruang-ruang kreatif menjadikan Malang sebagai salah satu kota yang memiliki potensi besar dalam pengembangan budaya literasi. Kondisi tersebut menjadi ruang strategis bagi Bhumi Literasi untuk memperluas gerakannya.
Di tengah lingkungan akademik dan masyarakat yang dinamis tersebut, H. Muhammad Arif mengambil bagian sebagai salah satu penggerak awal Bhumi Literasi Malang. Kiprahnya menjadi representasi dari semangat bahwa gerakan literasi tidak cukup hanya berhenti pada aktivitas membaca, tetapi perlu dikembangkan menjadi budaya belajar, berdiskusi, menulis, dan berbagi pengetahuan.
Sebagai Ketua DPC pertama, ia juga memiliki peran dalam memperkenalkan identitas dan semangat Bhumi Literasi kepada lingkungan masyarakat Malang. Langkah tersebut menjadi bagian dari proses membangun organisasi dari tingkat daerah, sekaligus memperkuat jejaring antara penggerak literasi dengan berbagai elemen masyarakat.
Bhumi Literasi Anak Bangsa membawa semangat untuk mendorong masyarakat agar semakin dekat dengan buku, pengetahuan, dan aktivitas menulis. Gerakan tersebut menempatkan literasi sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia, karena kemampuan membaca dan menulis dapat menjadi pintu masuk menuju kemampuan berpikir, berdialog, serta menghasilkan gagasan.
Sosok H. Muhammad Arif dengan latar belakang pendidikannya turut memberikan warna dalam perjalanan Bhumi Literasi Malang. Latar belakang tersebut memiliki keterkaitan erat dengan dunia ilmu pengetahuan dan pendidikan, yang menjadi salah satu fondasi dalam mengembangkan gerakan literasi di tengah masyarakat.
Peran seorang penggerak literasi tidak selalu terlihat dalam bentuk kegiatan besar. Sering kali, kontribusi justru dimulai dari membangun komunikasi, menghubungkan orang-orang yang memiliki kepedulian terhadap literasi, membuka ruang diskusi, serta menumbuhkan keyakinan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk belajar dan menghasilkan karya.
Keberadaan H. Muhammad Arif sebagai Ketua DPC Bhumi Literasi Malang pertama menjadi bagian dari sejarah awal perjalanan organisasi di Kota Malang. Jejak tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan sebuah gerakan literasi dibangun melalui keterlibatan banyak orang yang bersedia mengambil peran pada tahap awal dan menjaga semangat gerakan agar terus berkembang.
Kini, perjalanan Bhumi Literasi di berbagai daerah terus menjadi bagian dari upaya memperluas budaya membaca, menulis, dan berbagi pengetahuan. Dari Malang, nama H. Muhammad Arif tercatat sebagai salah satu sosok yang berada di fase awal perjalanan tersebut, seorang penggerak yang mengambil bagian dalam menanamkan fondasi gerakan literasi di tingkat daerah.