-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Profil

Iklan

Indeks Berita

Kelurahan Nae Juara 1 Kampung Branding Smartfren Regional Bali Nusra, Terbaik Kedua Nasional

Sunday, October 4, 2026 | October 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-04T08:08:42Z

Kota Bima — Kelurahan Nae, Kota Bima, berhasil meraih Juara Pertama Kampung Branding Smartfren Regional Bali Nusra. Prestasi tersebut diumumkan oleh Tim Smartfren dalam kegiatan Zoom Meeting pengumuman pemenang pada Rabu, 30 September 2026.

Kelurahan Nae yang mewakili Kota Bima memperoleh nilai 93,30, mengungguli Kota Kupang yang memperoleh nilai 76,33 dan Kabupaten Tabanan dengan nilai 62,20.

Capaian tersebut sekaligus menempatkan Kota Bima sebagai peraih nilai terbaik kedua secara nasional, setelah Bandar Lampung.

Prestasi ini merupakan buah dari kolaborasi antara Smartfren dan masyarakat Kelurahan Nae, khususnya warga RW 04 Lingkungan Salama. Program Kampung Branding mulai dilaksanakan sejak Agustus 2026 dengan melibatkan masyarakat dalam berbagai kegiatan penataan dan penguatan identitas lingkungan.

Sejumlah kegiatan yang telah dilakukan antara lain pembangunan gapura kampung, mural lingkungan, pembenahan pos kamling, serta berbagai aktivitas warga yang mendukung terciptanya lingkungan dengan karakter dan identitas yang lebih kuat.

Kolaborasi tersebut tidak hanya menghadirkan perubahan secara visual, tetapi juga mendorong keterlibatan warga dalam membangun dan menjaga lingkungan mereka sendiri.

Lurah Nae, Fazhurrahman, S.STP, M.AP, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Kampung Branding Smartfren merupakan hasil dari kolaborasi yang dibangun secara positif antara perusahaan, pemerintah kelurahan dan masyarakat.

“Kami tentu sangat senang dengan hasil ini. Kolaborasi yang dilakukan bersama Smartfren selama ini sangat positif. Tidak hanya mendukung branding produk Smartfren, tetapi juga turut membangun citra positif bagi daerah, khususnya Kelurahan Nae,” kata Fazhurrahman.

Ia menilai kolaborasi antara dunia usaha dan masyarakat memiliki potensi besar untuk memberikan dampak yang lebih luas apabila diarahkan pada kebutuhan dan potensi lingkungan.

Menurutnya, keberhasilan Kampung Branding juga tidak terlepas dari partisipasi masyarakat yang secara langsung terlibat dalam berbagai kegiatan.

“Branding kampung bukan hanya soal memasang identitas atau membuat tampilan lingkungan menjadi lebih menarik. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat ikut bergerak dan merasa memiliki terhadap lingkungan tempat tinggalnya,” ujarnya.

Fazhur menegaskan, capaian Kampung Branding Smartfren menjadi bagian dari rangkaian upaya Kelurahan Nae dalam membangun lingkungan berbasis kolaborasi.

Selain Kampung Branding Smartfren, saat ini Kelurahan Nae juga tengah mengembangkan Kampung Zero Waste, khususnya dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah.

Konsep yang dikembangkan adalah pengelolaan sampah yang dimulai dari sumber atau rumah tangga. Masyarakat didorong untuk melakukan pemilahan sampah organik, anorganik dan residu sebelum masuk ke sistem pengangkutan.

Sementara itu, kawasan yang sebelumnya dihiasi dengan tema semarak HUT Kemerdekaan secara bertahap mulai diarahkan untuk dilakukan re-branding menjadi Kampung Smartfren, sebagai bagian dari keberlanjutan kolaborasi dan penguatan identitas kawasan.

Ke depan, Kelurahan Nae berharap kolaborasi bersama Smartfren dapat terus berkembang dan tidak berhenti pada kegiatan branding semata. Kolaborasi diharapkan dapat diperluas pada bidang lingkungan, pemberdayaan masyarakat, UMKM, pendidikan, kegiatan sosial dan berbagai potensi lokal lainnya.

Keberhasilan Kampung Branding Smartfren bukan sekadar sebuah penghargaan. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha dapat menghasilkan perubahan nyata sekaligus membawa nama Kota Bima berprestasi di tingkat regional dan nasional.
×
Berita Terbaru Update