-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Profil

Iklan

Indeks Berita

Mengenal Lebih Dekat Fazhurrahman, Lurah Nae yang Kini Pimpin Bhumi Literasi NTB dan Aktif Menulis Buku

Thursday, September 3, 2026 | September 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-04T03:03:18Z

 


Nusa Tenggara Barat – Sosok Fazhurrahman, S.STP., M.AP. kini mendapat amanah baru dalam perjalanan pengabdiannya di dunia literasi. Setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua DPW Bhumi Literasi Anak Bangsa Nusa Tenggara Barat, Fazhurrahman kini dipercaya memimpin organisasi tersebut sebagai Ketua DPW Bhumi Literasi Anak Bangsa Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Fazhurrahman bukanlah sosok asing dalam gerakan literasi di NTB. Sebelum dipercaya memimpin DPW, keterlibatannya dalam Bhumi Literasi Anak Bangsa telah memberikan energi baru bagi pengembangan program literasi, khususnya melalui perpaduan antara pengalaman kepemimpinan di pemerintahan dan kepeduliannya terhadap pemberdayaan masyarakat. Kehadirannya di organisasi literasi dinilai memperkuat semangat kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat. 

Dalam kehidupan profesionalnya, Fazhurrahman saat ini mengemban amanah sebagai Lurah Nae, Kota Bima. Dari lingkungan pemerintahan tingkat kelurahan, ia dikenal aktif mendorong berbagai gagasan pembangunan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, termasuk penguatan kesadaran lingkungan dan pengelolaan sampah berbasis partisipasi warga. Berbagai aktivitas Pemerintah Kelurahan Nae juga menunjukkan perhatian besar terhadap inovasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. 

Perjalanan akademiknya turut membentuk karakter dan cara pandangnya dalam menjalankan kepemimpinan. Fazhurrahman merupakan lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun 2014, sebuah pendidikan yang menjadi fondasi awal perjalanan kariernya dalam bidang pemerintahan dan pelayanan publik.

Semangat untuk terus mengembangkan kapasitas diri kemudian membawanya melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana. Ia menempuh pendidikan Magister Administrasi Publik, angkatan 2017, Program Magister Administrasi Publik Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, dan berhasil menyelesaikan pendidikan magisternya. Latar belakang tersebut menjadi modal dalam memadukan perspektif akademik dengan pengalaman praktik di lapangan. 

Di balik kesibukannya sebagai seorang lurah dan kini sebagai Ketua DPW Bhumi Literasi NTB, Fazhurrahman ternyata juga memiliki perhatian serius terhadap dunia kepenulisan. Ia membuktikan bahwa seorang aparatur pemerintahan tidak hanya dapat bekerja dalam ruang administrasi dan pelayanan publik, tetapi juga dapat menyampaikan gagasan serta pengalaman melalui karya tulis.

Salah satu karya yang menjadi bagian penting dari kiprahnya sebagai penulis adalah buku “Revolusi Pengelolaan Sampah”. Buku tersebut mengangkat persoalan lingkungan yang semakin menjadi perhatian masyarakat, khususnya mengenai pentingnya perubahan paradigma dalam melihat dan mengelola sampah.

Karya tersebut memiliki relevansi kuat dengan aktivitas Fazhurrahman di lapangan. Sebagai Lurah Nae, ia aktif mendorong pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat, mulai dari pemilahan sampah hingga pengembangan inovasi pengelolaan sampah organik. Gagasan mengenai pengelolaan sampah berbasis masyarakat juga menjadi bagian dari berbagai upaya yang terus dikembangkan di Kelurahan Nae. 

Buku Revolusi Pengelolaan Sampah menjadi salah satu bentuk kontribusi Fazhurrahman dalam mempertemukan dunia pemerintahan, lingkungan, dan literasi. Karya tersebut ditulis dengan semangat menghadirkan gagasan dan solusi terhadap persoalan sampah, sekaligus mendorong perubahan cara pandang bahwa persoalan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh masyarakat. 

Kini, dengan amanah sebagai Ketua DPW Bhumi Literasi Anak Bangsa Nusa Tenggara Barat, perjalanan Fazhurrahman memasuki babak baru. Berbekal pengalaman sebagai aparatur pemerintahan, latar belakang pendidikan administrasi publik, kepedulian terhadap lingkungan, serta kiprahnya sebagai penulis, ia diharapkan mampu membawa Bhumi Literasi NTB semakin berkembang dan menghadirkan gerakan literasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Kiprah Fazhurrahman menjadi gambaran bahwa literasi dapat tumbuh dari berbagai latar belakang profesi. Dari ruang pelayanan publik di Kelurahan Nae hingga dunia organisasi dan kepenulisan, ia menunjukkan bahwa gagasan yang lahir dari pengalaman lapangan dapat menjadi karya yang memberi inspirasi. Amanah baru sebagai Ketua DPW Bhumi Literasi NTB pun diharapkan menjadi momentum untuk memperluas gerakan literasi, membangun kolaborasi, dan menghadirkan lebih banyak karya serta program yang bermanfaat bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat. 

×
Berita Terbaru Update