-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Profil

Iklan

Indeks Berita

Rizal Mutaqin Torehkan 28 Buku, Bukti Konsistensi dalam Gerakan Literasi

Thursday, September 3, 2026 | September 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-04T03:46:00Z

 


Jakarta — Ketua Umum Bhumi Literasi Anak Bangsa, Rizal Mutaqin, S.Kom., M.Sc., kembali mencatatkan perjalanan produktifnya di dunia literasi. Per Jumat, 4 September 2026, Rizal tercatat telah menulis sebanyak 28 buku dengan beragam tema, mulai dari teknologi, pendidikan, kepemimpinan, militer, motivasi, budaya, sejarah, hingga gerakan literasi.

Perjalanan kepenulisan tersebut menunjukkan konsistensi Rizal dalam menjadikan buku sebagai medium untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, gagasan, dan refleksi. Sejumlah karya yang telah ditulisnya antara lain Anak IT Juga Bisa Jadi Tentara, Saya Bukan Keluarga TNI, Saya Tidak Punya Uang, Apa Bisa Lolos Jadi TNI?, Duel Dua Hacker Sakti, Jejak Digital, hingga Menggali Dunia Digital. 

Latar belakang Rizal dalam bidang teknologi informasi turut memberikan warna tersendiri dalam sejumlah karyanya. Buku seperti Pemrograman Arduino, Dasar-Dasar Pengolahan Data Elektronik, Menggali Dunia Digital, serta Jejak Digital menjadi bagian dari kontribusinya dalam memperkenalkan pengetahuan teknologi kepada masyarakat melalui bahasa dan pendekatan yang lebih mudah dipahami.

Tidak hanya membahas teknologi, Rizal juga menulis berbagai karya yang berangkat dari pengalaman dan refleksi kehidupan. Buku Filosofi Tukang Parkir, Manusia Berkarakter, Mental Baja di Era Milenial, Seni Berbicara di Depan Publik, serta Sego Goreng Suroboyo memperlihatkan keberagaman perspektif dan tema yang diangkat dalam perjalanan kepenulisannya.

Pengalaman di lingkungan militer juga menjadi salah satu sumber inspirasi dalam karya-karyanya. Hal tersebut terlihat melalui buku Anak IT Juga Bisa Jadi Tentara, Kepemimpinan Militer di Era Milenial, dan Membangun SDM Unggul di Lingkungan Militer. Melalui karya tersebut, pengalaman pribadi, kepemimpinan, serta nilai-nilai pembangunan sumber daya manusia dituangkan dalam bentuk tulisan yang dapat menjangkau pembaca dari berbagai latar belakang.

Dalam perjalanan sebagai penggerak literasi, Rizal juga menghasilkan sejumlah buku yang berkaitan langsung dengan Bhumi Literasi Anak Bangsa. Di antaranya adalah Bhumi Literasi Anak Bangsa Jilid 1, Bhumi Literasi Anak Bangsa Jilid 2, Semua Orang Bisa Menulis Buku, serta Gerakan Literasi Akar Rumput: Filosofi Bhumi Literasi Anak Bangsa. Karya-karya tersebut menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan gagasan sekaligus memperkuat semangat gerakan literasi berbasis komunitas.

Produktivitas tersebut terus berlanjut melalui karya-karya terbaru seperti Ketika Tangan Tuhan Membuka Jalan: Sang Jenderal Pecinta Buku, Mozaik Budaya Fakfak, Di Balik Riuhnya Panggung Dunia, Papua Dari Dekat, Sekolah Kedinasan atau Kuliah? (Peta Karier Gen Z Menuju 2045), Revolusi Pengelolaan Sampah, hingga Mengenal Bahasa Arab Tanpa Pusing. Keragaman judul tersebut memperlihatkan minat Rizal dalam mengangkat berbagai isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Selain menulis buku sendiri, Rizal Mutaqin juga aktif berkontribusi dalam proses penerbitan karya penulis lain. Hingga 4 September 2026, ia tercatat telah menjadi editor untuk 8 buku, antara lain Teknik Penghapusan Kabut Pada Citra Digital, Janji Yang Tak Pernah Padam, Budaya Organisasi dan Kepemimpinan di Dunia Pendidikan, Pembelajaran Eksploratif, Pemikiran Sang Bapak Bhumi Literasi, Perjalanan yang Tidak Ada di Dalam Mimpiku (Dari Jember ke Palangkaraya), Ketenangan Hati Tiada Tanding, dan Langit Dili 1975: Operasi Lintas Udara Terbesar TNI.

Peran sebagai editor menjadi bagian penting dari kontribusi Rizal dalam ekosistem literasi. Tidak hanya menghasilkan karya atas namanya sendiri, ia juga turut mendampingi dan membantu proses penyempurnaan naskah penulis lain agar dapat hadir sebagai karya yang siap dibaca oleh masyarakat. Aktivitas tersebut sekaligus memperkuat semangat kolaborasi yang selama ini menjadi salah satu nilai dalam gerakan Bhumi Literasi Anak Bangsa.

Dengan 28 buku yang telah ditulis dan 8 buku yang telah dieditori, Rizal Mutaqin menunjukkan bahwa keterbatasan latar belakang, profesi, maupun kesibukan bukan menjadi alasan untuk berhenti berkarya. Sebagai Ketua Umum Bhumi Literasi Anak Bangsa, pencapaian tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda dan para pegiat literasi bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk menulis, berbagi gagasan, serta meninggalkan jejak pemikiran melalui buku.

×
Berita Terbaru Update