Bhumi Literasi Anak Bangsa secara resmi menetapkan tema Ruang Opini Seri 7 Edisi Oktober 2026, yakni “Membaca Kembali Sejarah G30S, Memaknai Kesaktian Pancasila, dan Menghayati Pengabdian TNI.” Tema tersebut menjadi bagian dari komitmen Bhumi Literasi dalam menghadirkan ruang literasi yang mendorong masyarakat untuk membaca, menulis, berdiskusi, serta merefleksikan berbagai persoalan kebangsaan.
Ruang Opini merupakan salah satu program literasi Bhumi Literasi Anak Bangsa yang memberikan ruang bagi penulis, pegiat literasi, akademisi, praktisi, maupun masyarakat umum untuk menyampaikan gagasan dan pandangan melalui tulisan. Melalui program ini, Bhumi Literasi berupaya membangun budaya menulis sekaligus memperluas ruang dialog intelektual mengenai berbagai isu yang memiliki relevansi dengan kehidupan masyarakat dan bangsa.
Pada edisi Oktober 2026, pembahasan diarahkan pada tiga aspek utama yang saling berkaitan, yaitu sejarah G30S, nilai-nilai Pancasila, dan pengabdian TNI. Tema tersebut diharapkan dapat menjadi ruang refleksi untuk memahami perjalanan sejarah Indonesia sekaligus menggali makna nilai-nilai kebangsaan yang tetap relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pemilihan tema tersebut juga menjadi bagian dari upaya Bhumi Literasi untuk mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak berhenti pada aktivitas membaca sejarah sebagai sebuah rangkaian peristiwa masa lalu. Sejarah dapat menjadi bahan pembelajaran untuk memahami berbagai dinamika bangsa serta melihat pentingnya menjaga nilai persatuan, kebangsaan, dan kehidupan bernegara.
Dalam kondisi tersebut, Kesaktian Pancasila menjadi salah satu bagian penting yang akan dimaknai melalui perspektif literasi. Pancasila tidak hanya dipahami sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai nilai yang perlu terus dipahami, dihayati, dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, pembahasan mengenai pengabdian TNI diarahkan sebagai ruang untuk merefleksikan peran dan pengabdian prajurit dalam menjaga kepentingan bangsa dan negara. Ruang Opini diharapkan dapat menghadirkan tulisan yang beragam, bernas, dan konstruktif dengan tetap menempatkan literasi sebagai sarana untuk memperluas wawasan masyarakat.
Ketua Umum Bhumi Literasi Anak Bangsa menegaskan bahwa keberadaan Ruang Opini bukan sekedar wadah publikasi tulisan, tetapi juga bagian dari gerakan untuk membangun tradisi berpikir dan menulis di tengah masyarakat. Literasi perlu hadir sebagai ruang untuk membaca realitas, memahami sejarah, menyampaikan gagasan, dan melahirkan refleksi yang bermanfaat bagi kehidupan bangsa.
Melalui Ruang Opini Seri 7 Edisi Oktober 2026, Bhumi Literasi Anak Bangsa mengajak para pengurus untuk mengambil bagian dalam menghadirkan gagasan mengenai sejarah G30S, pemaknaan Kesaktian Pancasila, serta penghayatan terhadap pengabdian TNI. Dengan demikian, literasi tidak berhenti pada aktivitas membaca dan menulis, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memahami masa lalu, memaknai masa kini, dan menyiapkan masa depan bangsa.
Tema resmi Ruang Opini Bhumi Literasi Anak Bangsa Edisi Oktober 2026: “Membaca Kembali Sejarah G30S, Memaknai Kesaktian Pancasila, dan Menghayati Pengabdian TNI.”