Pusjarah TNI – Museum Satria Mandala dan Monumen Pancasila Sakti menerima kunjungan edukatif sebanyak 362 mahasiswa Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI) Tahun Akademik 2026 pada Selasa, 25 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman generasi muda terhadap sejarah perjuangan bangsa serta nilai-nilai kebangsaan yang menjadi fondasi kehidupan bernegara.
Rombongan mahasiswa UNHAN RI yang mengikuti kegiatan tersebut terdiri atas 316 mahasiswa Program Pendidikan Magister (S2) dan 46 mahasiswa Program Pendidikan Doktor (S3). Kehadiran para mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan tersebut menunjukkan pentingnya pemahaman sejarah dalam mendukung pengembangan wawasan dan perspektif strategis di bidang pertahanan.
Kunjungan mahasiswa UNHAN RI dipimpin oleh Kaprodi Doktor Ilmu Pertahanan Konsentrasi Teknologi Pertahanan Pascasarjana UNHAN RI, Kolonel Laut (KH) Dr. Riduan, S.Ag., M.M., M.Tr.Hanla. Rombongan diterima oleh jajaran Pusat Sejarah TNI sebagai bagian dari rangkaian kegiatan wisata edukatif dan pembelajaran sejarah di lingkungan TNI.
Kegiatan diawali dengan sambutan Wakil Kepala Pusjarah TNI, Kolonel Laut (KH) Bayu Kurnianto, S.Kom., M.T.I., CHRMP. Dalam sambutannya, kegiatan kunjungan diharapkan dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang bermakna bagi para mahasiswa, khususnya dalam memahami perjalanan sejarah perjuangan bangsa dan kontribusi TNI dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Selanjutnya, para mahasiswa mengikuti kegiatan wisata edukatif di Museum Satria Mandala. Di museum tersebut, peserta mendapatkan pembekalan dan pengenalan mengenai berbagai peristiwa penting dalam sejarah perjuangan bangsa yang tercermin melalui koleksi, dokumentasi, serta berbagai peninggalan sejarah yang tersimpan di Museum Satria Mandala.
Melalui kunjungan tersebut, para mahasiswa tidak hanya memperoleh informasi mengenai fakta-fakta sejarah, tetapi juga diajak memahami nilai-nilai perjuangan, pengabdian, patriotisme, dan semangat mempertahankan keutuhan bangsa. Pengalaman belajar secara langsung di museum diharapkan dapat memperkaya perspektif akademik mahasiswa dalam melihat perkembangan pertahanan dan keamanan nasional dari sudut pandang sejarah.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan edukatif ke Monumen Pancasila Sakti. Di tempat bersejarah tersebut, para mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai salah satu bagian penting dalam perjalanan sejarah Indonesia serta nilai-nilai yang terkandung dalam perjuangan mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara.
Kunjungan ke Museum Satria Mandala dan Monumen Pancasila Sakti juga menjadi momentum untuk menghubungkan pembelajaran akademik dengan pengalaman sejarah secara langsung. Bagi mahasiswa UNHAN RI, pemahaman terhadap sejarah nasional dapat menjadi landasan dalam membangun cara pandang strategis, terutama dalam menghadapi dinamika dan tantangan pertahanan bangsa di masa mendatang.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat kebangsaan dan memperkuat kesadaran generasi penerus terhadap pentingnya menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nilai-nilai perjuangan yang diperoleh melalui kunjungan diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat menjadi inspirasi dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah, Pusjarah TNI terus mendorong museum dan situs sejarah sebagai ruang edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda dan kalangan akademisi. Kunjungan 362 mahasiswa UNHAN RI menjadi bukti bahwa sejarah memiliki peran penting dalam membangun karakter, memperkuat wawasan kebangsaan, serta menyiapkan generasi penerus yang memiliki kesadaran terhadap perjalanan bangsa. Salam Sejarah, Kenali Sejarahmu, Cintai Bangsamu.
%20ke%20Museum%20Satria%20Mandala%20dan%20Monu.jpg)
%20ke%20Museum%20Satria%20Mandala%20dan%20Monu(1).jpg)