-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Profil

Iklan

Indeks Berita

Munas Bhumi Literasi Tantang Pengurus untuk Lebih Berani Berkarya, Dewan Pembina Buka Suara

Tuesday, August 25, 2026 | August 25, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-26T04:36:46Z

 


Menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Bhumi Literasi Anak Bangsa, Dewan Pembina Bhumi Literasi menyampaikan pesan penting kepada seluruh pengurus dan pegiat literasi. Munas tidak hanya dipandang sebagai agenda organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dan keberlanjutan gerakan literasi.

Dewan Pembina menegaskan bahwa perjalanan Bhumi Literasi tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial maupun rutinitas organisasi. Gerakan literasi harus terus melahirkan gagasan, tulisan, karya, serta kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Teruslah menulis, membaca, berkarya, dan mengabdi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” demikian pesan Dewan Pembina Bhumi Literasi menjelang pelaksanaan Munas. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa literasi memiliki tujuan yang lebih besar, yakni ikut membangun kualitas manusia dan kehidupan bangsa.

Menurut Dewan Pembina, menulis dan membaca merupakan bagian penting dari proses membangun tradisi berpikir. Namun, literasi tidak cukup hanya berhenti pada kemampuan menghasilkan tulisan atau mengonsumsi informasi. Literasi harus mampu mendorong seseorang untuk berkarya dan memberikan kontribusi di lingkungan masing-masing.

Munas Bhumi Literasi diharapkan menjadi ruang evaluasi sekaligus refleksi bagi seluruh jajaran organisasi. Setiap pengurus ditantang untuk melihat kembali apa yang telah dilakukan, apa yang telah dihasilkan, serta langkah apa yang harus diperkuat agar gerakan Bhumi Literasi semakin berkembang.

Tantangan tersebut menjadi semakin penting seiring dengan berkembangnya Bhumi Literasi di sejumlah daerah. Kehadiran kepengurusan wilayah dan berbagai kegiatan literasi menunjukkan bahwa organisasi memiliki potensi untuk memperluas dampak gerakan dari tingkat komunitas hingga menjadi gerakan yang lebih luas.

Dewan Pembina juga mengingatkan bahwa membangun gerakan literasi membutuhkan konsistensi. Tidak cukup hanya bersemangat ketika organisasi menggelar kegiatan besar. Semangat membaca, menulis, berkarya, dan mengabdi harus menjadi budaya yang dijalankan secara berkelanjutan oleh setiap pengurus.

Karena itu, Munas diharapkan tidak hanya menghasilkan keputusan administratif organisasi, tetapi juga melahirkan semangat baru. Pengurus Bhumi Literasi dituntut untuk lebih berani mengambil inisiatif, menciptakan program, menghasilkan karya, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.

Pesan Dewan Pembina tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi generasi pengurus Bhumi Literasi berikutnya. Organisasi diharapkan tidak sekedar bertambah secara struktur, tetapi juga semakin kuat dalam karya dan kontribusi. Pertumbuhan organisasi harus berjalan seiring dengan pertumbuhan gagasan dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

Munas Bhumi Literasi merupakan momentum untuk menegaskan kembali arah perjuangan organisasi: menjadikan literasi sebagai jalan untuk berkarya dan mengabdi. Dengan semangat “terus menulis, membaca, berkarya, dan mengabdi”, Bhumi Literasi diharapkan mampu melahirkan lebih banyak karya serta memberikan kontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

×
Berita Terbaru Update