Belajar sejarah sering kali dianggap sebagai kegiatan yang membosankan karena identik dengan hafalan tahun, nama tokoh, tempat, dan berbagai peristiwa masa lalu. Namun, menurut Wakil Kepala Pusat Sejarah TNI (Wakapusjarah TNI), Kolonel Laut (KH) Bayu Kurnianto, sejarah sesungguhnya dapat dipelajari dengan cara yang menyenangkan, menarik, dan dekat dengan kehidupan generasi muda.
Kolonel Laut (KH) Bayu Kurnianto menilai bahwa cara pandang terhadap sejarah perlu terus diperbarui agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak melihat sejarah hanya sebagai kumpulan peristiwa masa lalu. Sejarah harus dipahami sebagai perjalanan manusia dan bangsa yang penuh dengan cerita, perjuangan, pengorbanan, keberhasilan, bahkan kegagalan yang dapat menjadi pelajaran bagi kehidupan masa kini.
Salah satu cara menyenangkan dalam belajar sejarah adalah dengan menghadirkan cerita di balik sebuah peristiwa. Menurutnya, pendekatan bercerita atau storytelling dapat membuat sejarah menjadi lebih hidup dan mudah dipahami. Generasi muda tidak hanya mengetahui apa yang terjadi, tetapi juga dapat memahami alasan, perjuangan, serta nilai-nilai yang terkandung di balik peristiwa tersebut.
Selain melalui buku, pembelajaran sejarah juga dapat dilakukan dengan mengunjungi museum, situs bersejarah, monumen, dan berbagai tempat yang memiliki nilai sejarah. Dengan melihat langsung peninggalan masa lalu, masyarakat dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih nyata dan membangun kedekatan emosional dengan perjalanan sejarah bangsa.
Pemanfaatan teknologi juga menjadi salah satu cara penting untuk membuat sejarah semakin menarik. Film dokumenter, video pendek, animasi, media sosial, podcast, hingga teknologi digital dapat digunakan untuk menyampaikan cerita sejarah dengan bahasa yang lebih mudah diterima oleh generasi saat ini. Sejarah, kata Bayu, harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan substansi dan nilai kebenarannya.
Bagi generasi muda, belajar sejarah juga dapat dilakukan melalui diskusi dan kegiatan kreatif. Membuat tulisan, konten digital, drama, film pendek, atau bahkan karya seni bertema sejarah dapat menjadi sarana untuk memahami peristiwa masa lalu secara lebih mendalam. Dengan terlibat langsung dalam proses kreatif, generasi muda tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dapat menjadi penyampai nilai-nilai sejarah kepada masyarakat luas.
Dalam memperkenalkan sejarah TNI, pembelajaran sejarah juga memiliki peran penting dalam menumbuhkan pemahaman terhadap perjalanan perjuangan bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan dan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berbagai peristiwa perjuangan yang melibatkan prajurit dan rakyat menjadi bagian penting dari identitas bangsa yang perlu terus dikenalkan kepada generasi penerus.
Kolonel Laut (KH) Bayu Kurnianto menekankan bahwa tujuan utama mempelajari sejarah bukan sekadar menghafal fakta, melainkan mengambil hikmah dan nilai dari pengalaman masa lalu. Semangat patriotisme, keberanian, pengorbanan, persatuan, serta cinta tanah air merupakan nilai-nilai yang tetap relevan untuk menghadapi berbagai tantangan bangsa pada masa kini dan masa depan.
Karena itu, pembelajaran sejarah perlu dikemas secara kreatif, komunikatif, dan menyenangkan. Sejarah harus mampu hadir di ruang-ruang kehidupan generasi muda, baik melalui pendidikan formal, komunitas, media digital, maupun kegiatan kebudayaan. Dengan demikian, sejarah tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang jauh dan membosankan, tetapi sebagai bagian dari perjalanan yang membentuk kehidupan bangsa saat ini.
Melalui pendekatan yang lebih menarik dan sesuai perkembangan zaman, Kolonel Laut (KH) Bayu Kurnianto berharap semakin banyak generasi muda yang mencintai sejarah. Sebab, bangsa yang memahami perjalanan masa lalunya akan memiliki bekal yang lebih kuat untuk menentukan arah masa depannya, sekaligus menjaga nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan oleh para pendahulu.
