-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Profil

Iklan

Indeks Berita

Bhumi Literasi Anak Bangsa, Rumah bagi Mereka yang Ingin Menulis dan Berkarya

Monday, September 28, 2026 | September 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-28T07:55:09Z

 


Bhumi Literasi Anak Bangsa terus meneguhkan kiprahnya sebagai ruang bersama bagi masyarakat yang memiliki semangat untuk membaca, menulis, belajar, dan menghasilkan karya. Berangkat dari semangat literasi yang tumbuh dari keluarga dan komunitas, Bhumi Literasi hadir dengan keyakinan bahwa setiap orang memiliki potensi untuk berkarya ketika diberikan ruang, kesempatan, dan lingkungan yang mendukung.

Bhumi Literasi Anak Bangsa didirikan oleh Rizal Mutaqin dan Dwi Shinta Dharmopadni pada 11 Mei 2022, hanya beberapa jam setelah kelahiran putra pertama mereka, Bhumi. Momentum tersebut kemudian menjadi titik awal lahirnya sebuah gerakan yang membawa nama Bhumi sebagai simbol harapan agar literasi dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi anak bangsa.

Sejak awal berdiri, Bhumi Literasi tidak hanya diarahkan sebagai wadah penerbitan buku. Gerakan ini berkembang menjadi ruang pertemuan bagi para penulis pemula, penulis berpengalaman, akademisi, praktisi, mahasiswa, maupun masyarakat umum yang memiliki gagasan untuk dituangkan dalam bentuk tulisan. Berbagai kegiatan seperti diskusi, pendampingan, pelatihan, webinar, seminar, dan kegiatan menulis menjadi bagian dari perjalanan gerakan tersebut.

Bagi Bhumi Literasi, menulis bukan sekedar aktivitas menghasilkan buku. Menulis merupakan proses belajar, cara mengolah pengalaman menjadi pengetahuan, sekaligus sarana untuk menyampaikan gagasan kepada masyarakat. Karena itu, siapa pun yang memiliki cerita, pengalaman, pemikiran, maupun kegelisahan dipandang memiliki kesempatan untuk menjadikannya sebuah karya yang dapat dibaca dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Semangat tersebut sejalan dengan gagasan “Semua Orang Bisa Menulis Buku” yang menjadi salah satu nilai yang terus dikembangkan. Melalui gagasan itu, Bhumi Literasi berupaya menghilangkan anggapan bahwa menulis buku hanya dapat dilakukan oleh kalangan tertentu. Latar belakang pendidikan, pekerjaan, maupun pengalaman hidup tidak menjadi penghalang untuk mulai menulis.

Dalam berbagai kegiatan, Bhumi Literasi juga berusaha membangun ruang yang terbuka dan tidak menghakimi. Setiap orang diberikan kesempatan untuk menyampaikan gagasan dan pengalamannya. Pendekatan ini diperlukan karena banyak potensi cerita dan pengetahuan yang sebenarnya berada di tengah masyarakat, tetapi belum menemukan ruang untuk didengar dan dituliskan.

Perjalanan Bhumi Literasi kemudian berkembang melalui berbagai karya dan kolaborasi. Dari penulisan buku dan artikel, gerakan ini memperluas aktivitasnya melalui kegiatan literasi di berbagai daerah. Kehadiran sejumlah wilayah dan komunitas dalam jejaring Bhumi Literasi menunjukkan bahwa gerakan literasi dapat berkembang ketika dibangun melalui hubungan, kolaborasi, dan semangat untuk saling belajar.

Bhumi Literasi juga mengembangkan konsep gerakan literasi berbasis komunitas. Dalam pandangan ini, literasi tidak berhenti pada kegiatan membaca dan menulis, tetapi menjadi proses berkelanjutan yang mendorong seseorang untuk memperluas wawasan, melahirkan gagasan, menghasilkan karya, dan kembali menemukan alasan untuk terus membaca. Siklus tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem literasi yang hidup dan berkelanjutan.

Seiring perkembangannya, Bhumi Literasi Anak Bangsa tidak ingin hanya dikenal sebagai tempat menerbitkan buku. Bhumi Literasi ingin menjadi rumah bersama bagi mereka yang ingin belajar dan berkarya. Rumah yang mempertemukan orang-orang dengan latar belakang berbeda, tetapi memiliki kesamaan semangat untuk berbagi pengetahuan, membangun kolaborasi, dan memberikan manfaat melalui karya.

Perjalanan tersebut pada akhirnya menegaskan bahwa sebuah gerakan literasi tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Ia dapat lahir dari keluarga, tumbuh dari komunitas, kemudian berkembang melalui karya dan kolaborasi. Bhumi Literasi Anak Bangsa terus membawa semangat bahwa selama masih ada ruang untuk membaca, menulis, berdiskusi, dan berkarya, selalu ada kesempatan untuk menyalakan harapan baru bagi anak bangsa.

×
Berita Terbaru Update