Nusa Tenggara Barat – Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Bhumi Literasi Anak Bangsa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang baru saja dilantik dalam Musyawarah Nasional (Munas) Bhumi Literasi Anak Bangsa Tahun 2026, Fazhurrahman, S.STP., M.AP., menyerukan kepada seluruh jajaran pengurus DPW NTB untuk aktif mengambil peran dalam menggerakkan program dan kegiatan organisasi.
Fazhurrahman menegaskan bahwa pelantikan kepengurusan bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari tanggung jawab bersama untuk membuktikan komitmen dalam membangun gerakan literasi yang memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Menurutnya, setiap pengurus memiliki peran penting sesuai bidang dan kapasitas masing-masing.
“Setelah kita diberikan amanah untuk mengemban kepengurusan DPW Bhumi Literasi Anak Bangsa NTB, maka yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama aktif, bergerak, dan menghadirkan karya serta kegiatan yang memberikan dampak,” tegas Fazhurrahman.
Ia mengajak seluruh jajaran pengurus untuk tidak hanya mencantumkan nama dalam struktur organisasi, tetapi benar-benar terlibat dalam setiap proses pengembangan program. Keaktifan pengurus, menurutnya, akan menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan keberhasilan organisasi dalam menjalankan visi dan misinya.
Seruan tersebut sejalan dengan rekam jejak Fazhurrahman yang sebelumnya aktif dalam Bhumi Literasi Anak Bangsa sebagai Wakil Ketua DPW NTB serta terlibat dalam berbagai gagasan penguatan organisasi dan pengembangan literasi masyarakat. Sebelum dipercaya memimpin DPW NTB, ia juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan dan perluasan jaringan kolaborasi dalam menjawab tantangan gerakan literasi di daerah.
Sebagai Ketua DPW NTB, Fazhurrahman memandang bahwa Bhumi Literasi Anak Bangsa harus menjadi ruang bersama bagi seluruh pengurus untuk berinisiatif, berkolaborasi, dan menghasilkan karya. Ia berharap setiap pengurus mampu menyumbangkan gagasan serta mengambil bagian dalam pelaksanaan kegiatan tanpa harus selalu menunggu instruksi.
Menurutnya, NTB memiliki potensi besar dalam pengembangan gerakan literasi. Capaian dan perkembangan budaya baca di daerah perlu terus diperkuat melalui keterlibatan berbagai elemen, mulai dari pemerintah, komunitas, akademisi, generasi muda, hingga masyarakat umum. Pemerintah Provinsi NTB pada 2026 melaporkan NTB berada di posisi dua besar nasional dalam tingkat minat baca.
Fazhurrahman juga mendorong jajaran DPW Bhumi Literasi NTB untuk memperkuat komunikasi internal. Koordinasi yang baik diyakini dapat mencegah program organisasi berjalan secara sendiri-sendiri sekaligus menciptakan kolaborasi yang lebih kuat antarbidang dan antarwilayah.
Selain itu, ia mengajak pengurus untuk menjadikan karya sebagai salah satu identitas gerakan Bhumi Literasi. Baik melalui penulisan buku, artikel, opini, diskusi, kegiatan edukasi, maupun program pemberdayaan masyarakat, seluruh pengurus diharapkan mampu mengambil bagian dalam menghadirkan kontribusi nyata.
Fazhurrahman optimistis kepengurusan baru DPW Bhumi Literasi Anak Bangsa NTB dapat membawa energi dan semangat baru bagi organisasi. Dengan kerja sama yang kuat, ia meyakini berbagai program literasi dapat dilaksanakan secara lebih terarah, kreatif, dan berkelanjutan.
“Jangan hanya menjadi pengurus dalam struktur, tetapi jadilah penggerak dalam gerakan. Mari kita aktif, saling menguatkan, dan bersama-sama membawa Bhumi Literasi Anak Bangsa NTB semakin maju serta memberikan manfaat yang seluas-luasnya,” pungkas Fazhurrahman.
Pelantikan Fazhurrahman sebagai Ketua DPW Bhumi Literasi Anak Bangsa Provinsi NTB masa bakti 2026–2027 menandai babak baru kepemimpinan organisasi di wilayah tersebut. Dengan semangat kebersamaan dan keaktifan seluruh jajaran pengurus, DPW NTB diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak dalam memperluas budaya literasi dan melahirkan berbagai karya serta program yang berdampak bagi masyarakat.
