Laxuse Taekwondo Club menggelar rapat dan koordinasi kinerja pelatih serta asisten pelatih pada Minggu, 20 September 2026. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan sinergi antarunsur pelatih dalam mendukung perkembangan organisasi sekaligus pembinaan atlet.
Kegiatan yang berlangsung di kediaman Master Sulaksono tersebut dihadiri oleh Ketua Umum Bhumi Literasi Anak Bangsa, Kapten Cke Rizal Mutaqin, S.Kom., M.Sc., C.MPS., yang juga mengemban peran sebagai Ketua Bidang Organisasi Laxuse Taekwondo Club. Sejumlah pelatih dan asisten pelatih Laxuse Taekwondo Club turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Dalam kapasitasnya sebagai Kabid Organisasi, Rizal Mutaqin memberikan motivasi sekaligus arahan mengenai pentingnya membangun unit kerja yang saling mendukung dan bersinergi. Menurutnya, pembagian peran yang jelas dan komunikasi yang baik menjadi bagian penting dalam menciptakan organisasi yang mampu bergerak secara efektif.
Rapat koordinasi tersebut tidak hanya membahas aspek teknis latihan, tetapi juga menyentuh penguatan tata kelola organisasi. Setiap pelatih dan asisten pelatih diharapkan memahami peran masing-masing sehingga dapat berkontribusi secara optimal sesuai tugas dan tanggung jawab yang diberikan.
Rizal juga mendorong agar lingkungan organisasi Laxuse Taekwondo Club dapat menjadi ruang bagi setiap individu untuk memaksimalkan aktualisasi diri. Menurutnya, organisasi yang sehat bukan hanya dibangun melalui struktur, tetapi juga melalui kolaborasi, komunikasi, kedisiplinan, dan kemauan setiap anggota untuk berkembang.
Selain membahas kinerja internal, pertemuan tersebut juga menjadi sarana penyampaian informasi terkait pemberlakuan program Taekwondo Indonesia Berprestasi (TIBER) PBTI. Sosialisasi ini dinilai penting agar jajaran pelatih dan asisten pelatih memperoleh pemahaman yang sama mengenai informasi yang perlu disampaikan kepada masing-masing unit latihan.
Informasi mengenai TIBER PBTI selanjutnya diharapkan dapat diteruskan oleh para pelatih kepada unit latihan masing-masing. Dengan adanya penyampaian informasi secara berjenjang, diharapkan tidak terjadi kesenjangan informasi antara pengurus, pelatih, atlet, maupun orang tua atlet.
Para pelatih dan asisten pelatih juga diharapkan mampu memberikan penjelasan awal serta memback-up berbagai pertanyaan yang mungkin disampaikan oleh murid maupun orang tua murid. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang terbuka dan informatif dalam lingkungan pembinaan taekwondo.
Koordinasi ini sekaligus mempertegas pentingnya peran pelatih bukan hanya sebagai instruktur teknik, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem pembinaan atlet. Pelatih dan asisten pelatih memiliki posisi strategis dalam membangun kedisiplinan, memberikan motivasi, menyampaikan informasi, serta menciptakan suasana latihan yang mendukung perkembangan atlet.
Melalui rapat dan koordinasi tersebut, Laxuse Taekwondo Club terus mendorong terbentuknya tim pelatih yang solid, komunikatif, dan mampu bekerja secara sinergis. Dengan penguatan organisasi, pembagian tugas yang jelas, serta penyampaian informasi yang terkoordinasi, diharapkan proses pembinaan atlet Laxuse Taekwondo Club dapat berjalan semakin terarah dan berkelanjutan.