-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Profil

Iklan

Indeks Berita

Pembina Bhumi Literasi: SDM Unggul Melahirkan Pemimpin Berkarakter

Saturday, September 19, 2026 | September 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-20T02:11:31Z


SDM unggul menjadi salah satu fondasi dalam melahirkan pemimpin yang memiliki karakter kuat. Pemimpin tidak hanya dituntut memiliki kemampuan intelektual dan pengalaman, tetapi juga harus mampu memahami manusia serta mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan dalam kehidupan nyata.


Pesan tersebut disampaikan Pembina Bhumi Literasi Anak Bangsa, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Dr. R. Nugraha Gumilar, M.Sc., yang menekankan adanya keterkaitan erat antara kualitas SDM, karakter kepemimpinan, dan kemampuan memahami kebutuhan manusia.


“SDM unggul akan melahirkan seorang pemimpin yang berkarakter, dan pemimpin yang dapat mengimplementasikan teori kebutuhan manusia, maka dia akan menjadi seorang pemimpin yang tegas dan disegani,” ujar Nugraha Gumilar.


Menurutnya, pembangunan SDM tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan kemampuan akademik atau profesional. Lebih dari itu, SDM unggul perlu dibentuk melalui proses yang mampu menanamkan karakter, tanggung jawab, kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, serta kepedulian terhadap lingkungan dan orang-orang yang dipimpin.


Dalam kepemimpinan, pemahaman terhadap kebutuhan manusia menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan. Seorang pemimpin berhadapan dengan individu yang memiliki latar belakang, kebutuhan, motivasi, dan karakter yang berbeda-beda.


Kemampuan memahami kondisi tersebut dapat membantu seorang pemimpin menentukan pendekatan yang tepat dalam menjalankan kepemimpinannya. Ketegasan, dengan demikian, tidak hanya dimaknai sebagai keberanian memberikan perintah atau mengambil keputusan, tetapi juga kemampuan menjalankan keputusan secara adil, terukur, dan bertanggung jawab.


Pemimpin yang memahami kebutuhan manusia juga dituntut mampu membangun hubungan yang sehat dengan anggota atau masyarakat yang dipimpinnya. Kepemimpinan tidak hanya berbicara mengenai posisi atau kewenangan, tetapi juga tentang kemampuan memberikan arah, membangun kepercayaan, serta menjadi teladan.


Pandangan tersebut relevan dengan upaya membangun generasi yang memiliki budaya belajar dan literasi. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, membangun karakter, serta mengambil keputusan secara bijaksana.


Melalui penguatan SDM dan budaya literasi, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi individu yang memiliki pengetahuan, tetapi juga mampu mengimplementasikan pengetahuan tersebut dalam kehidupan. Dari proses inilah karakter kepemimpinan dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.


Pesan Nugraha Gumilar tersebut menjadi pengingat bahwa kepemimpinan yang kuat berawal dari kualitas manusia yang dibentuk dengan baik. SDM unggul, karakter yang kuat, dan kemampuan memahami kebutuhan manusia menjadi rangkaian dalam membentuk sosok pemimpin yang mampu mengambil keputusan secara tegas sekaligus tetap memiliki tanggung jawab terhadap orang-orang yang dipimpinnya.

×
Berita Terbaru Update