Jakarta — Pusat Sejarah TNI turut ambil bagian dalam gelaran TNI FAIR dalam rangka memperingati HUT Ke-81 TNI yang berlangsung di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada 19 hingga 20 September 2026. Kehadiran Pusjarah TNI menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan sejarah perjuangan bangsa dan perjalanan TNI kepada masyarakat melalui penyajian koleksi sejarah yang edukatif, interaktif, dan menarik.
Wakapusjarah TNI Kolonel Laut (KH) Bayu Kurnianto, S.Kom., M.T.I., CHRMP., menyampaikan bahwa Booth Pusjarah TNI tahun ini ditata secara menarik dengan menghadirkan berbagai koleksi dari museum, monumen, serta perpustakaan yang berada di jajaran Pusjarah TNI. Penataan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman kepada masyarakat dalam mengenal sejarah Indonesia dan perjalanan TNI melalui berbagai benda serta informasi yang memiliki nilai historis.
Salah satu koleksi yang ditampilkan berasal dari Museum Keprajuritan Indonesia yang menyajikan sejarah kerajaan-kerajaan yang pernah berkembang di wilayah Indonesia. Sementara itu, Museum Satria Mandala menghadirkan sejumlah koleksi, antara lain replika tandu Panglima Besar Jenderal Soedirman, Jeep Willys yang memiliki nilai historis, serta bazoka yang menjadi salah satu senjata pada masa perjuangan. Berbagai koleksi tersebut menjadi sarana bagi pengunjung untuk melihat lebih dekat benda-benda yang merepresentasikan perjalanan sejarah perjuangan bangsa.
Koleksi sejarah juga hadir dari Monumen Pancasila Sakti melalui sejumlah benda bersejarah, di antaranya aqualung yang digunakan dalam proses pengangkatan jenazah para Pahlawan Revolusi dari Sumur Lubang Buaya. Selain itu, ditampilkan pula sepeda Soekitman, kendaraan dinas bersejarah yang digunakan Ajun Komisaris Besar Polisi (Anumerta) H. Soekitman ketika melaksanakan patroli pada malam peristiwa G30S/PKI, 30 September hingga 1 Oktober 1965. Pusjarah TNI juga menampilkan koleksi dari Monumen Bhakti TNI berupa sejumlah miniatur Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) milik TNI Angkatan Laut dan miniatur monumen yang menggambarkan perjuangan dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tidak hanya menghadirkan benda bersejarah, Booth Pusjarah TNI juga menampilkan berbagai dokumen yang memiliki nilai sejarah, seperti rekaman suara dan surat kabar yang menjadi bagian dari koleksi bidang dokumen Pusjarah TNI. Selain itu, pengunjung dapat melihat berbagai bahan sejarah yang diproduksi oleh Bidang Penulisan dan Penyajian (Bidlissaji) Pusjarah TNI. Perpustakaan Pusjarah TNI turut hadir dengan menyediakan berbagai koleksi buku melalui Pojok Baca yang dirancang sebagai ruang membaca yang nyaman bagi pengunjung.
Kolonel Bayu menjelaskan bahwa penyelenggaraan pameran tahun ini juga mendapatkan sentuhan teknologi informasi. Pusjarah TNI memanfaatkan beberapa perangkat Digital Signage, termasuk produk SENTUH, untuk menampilkan berbagai konten sejarah secara digital. Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya Pusjarah TNI dalam menghadirkan informasi sejarah dengan cara yang lebih menarik dan sesuai dengan perkembangan teknologi.
Inovasi lainnya terlihat pada sistem buku tamu elektronik yang digunakan di Booth Pusjarah TNI. Menurut Kolonel Bayu, Booth Pusjarah TNI menjadi satu-satunya booth dalam pameran yang menggunakan buku tamu elektronik berbasis tablet dan aplikasi yang terkoneksi dengan internet. Dengan sistem tersebut, data pengunjung dapat tersimpan secara langsung sehingga proses pendataan menjadi lebih praktis, cepat, dan terdokumentasi.
Hal menarik lainnya adalah keberadaan stempel khusus yang disediakan oleh Booth Pusjarah TNI. Kehadiran stempel tersebut menarik perhatian para stamp hunter yang datang secara khusus untuk menambah koleksi mereka. Antusiasme terlihat dari banyaknya pengunjung yang berbondong-bondong mendatangi booth dan rela mengantre untuk mendapatkan stempel khusus Pusjarah TNI sebagai bagian dari pengalaman mereka mengikuti TNI FAIR.
Suasana edukatif dan interaktif semakin terasa melalui kehadiran para pemandu Pusjarah TNI yang memberikan penjelasan kepada pengunjung secara komunikatif. Anak-anak hingga orang dewasa tampak antusias melihat berbagai koleksi, berfoto dengan benda-benda sejarah yang ditampilkan, serta memperoleh informasi mengenai perjalanan sejarah bangsa dan TNI. Wakapusjarah TNI Kolonel Bayu juga terlihat berinteraksi secara humanis dengan pengunjung, termasuk membantu anak-anak yang ingin berfoto di Jeep Willys serta berfoto bersama masyarakat yang datang ke booth.
Melalui keikutsertaan dalam TNI FAIR HUT Ke-81 TNI, Pusjarah TNI menegaskan komitmennya untuk terus mendekatkan sejarah kepada masyarakat melalui pendekatan edukatif, interaktif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dengan semangat “Salam Sejarah, Kenali Sejarahmu, Cintai Bangsamu,” Pusjarah TNI hadir tidak sekedar menampilkan koleksi, tetapi juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mengenal, memahami, dan menghargai sejarah sebagai bagian penting dari perjalanan bangsa.

