Bhumi Literasi Anak Bangsa hadir sebagai sebuah gerakan yang membawa semangat untuk menumbuhkan budaya membaca, menulis, berpikir, dan berbagi pengetahuan di tengah masyarakat. Di balik perjalanan awal gerakan tersebut, terdapat sosok Rizal Mutaqin, S.Kom., M.Sc., yang menjadi salah satu penggerak utama sekaligus Ketua Umum pertama Bhumi Literasi Anak Bangsa.
Sebagai Ketua Umum pertama, Rizal Mutaqin mengambil peran dalam meletakkan fondasi awal organisasi. Peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek kepemimpinan administratif, tetapi juga bagaimana membangun arah gerakan agar literasi dapat diterjemahkan menjadi kegiatan nyata dan dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
Bagi Rizal, literasi tidak semata-mata tentang kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk memahami informasi, mengembangkan wawasan, menyampaikan gagasan, serta mengambil pelajaran dari berbagai pengalaman. Karena itu, gerakan literasi perlu dibangun sebagai ruang yang terbuka bagi siapa saja untuk belajar dan berkembang.
Di bawah semangat tersebut, Bhumi Literasi Anak Bangsa dikembangkan sebagai wadah kolaborasi. Berbagai unsur dapat mengambil bagian, mulai dari penulis, pendidik, pegiat literasi, mahasiswa, pelajar, komunitas, hingga masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan budaya literasi.
Rizal juga mendorong agar kegiatan literasi tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Membaca perlu dilanjutkan dengan diskusi, menulis perlu dilanjutkan dengan publikasi, sementara gagasan perlu diberikan ruang untuk diuji, dikembangkan, dan dibagikan kepada masyarakat.
Semangat tersebut kemudian diterjemahkan melalui berbagai gagasan dan program yang memberi ruang bagi anggota serta masyarakat untuk berinteraksi dengan dunia literasi. Ruang opini, kegiatan menulis bersama, dialog, diskusi, hingga aktivitas literasi di berbagai daerah menjadi bagian dari upaya memperluas ekosistem literasi.
Kepemimpinan sebagai Ketua Umum pertama juga menempatkan Rizal pada posisi penting dalam membangun identitas dan karakter organisasi. Bhumi Literasi Anak Bangsa diarahkan bukan sekedar sebagai organisasi yang memiliki struktur, tetapi sebagai gerakan yang memiliki nilai, gagasan, dan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Dalam perjalanannya, Bhumi Literasi juga terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting untuk memperluas jangkauan gerakan sekaligus mempertemukan berbagai perspektif dalam membangun budaya literasi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Bagi Rizal Mutaqin, perjalanan membangun gerakan literasi merupakan proses panjang yang membutuhkan konsistensi. Sebuah gerakan tidak selalu tumbuh dalam waktu singkat, tetapi dibangun dari gagasan, kerja bersama, ketekunan, dan keberanian untuk terus memulai sesuatu yang mungkin belum sempurna.
Sebagai Ketua Umum pertama sekaligus salah satu penggerak awal, nama Rizal Mutaqin menjadi bagian dari fase penting perjalanan Bhumi Literasi Anak Bangsa. Dari sebuah gagasan, gerakan tersebut terus diarahkan untuk menjadi ruang bersama bagi masyarakat dalam membaca, menulis, berdiskusi, dan melahirkan gagasan. Semangat yang dibangun sejak awal menjadi pijakan untuk membawa literasi lebih dekat kepada masyarakat dan menjadikannya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.