-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Profil

Iklan

Indeks Berita

Ubah Sampah Jadi Emas, Lurah Nae Dorong Gerakan Peduli Lingkungan dan Investasi

Friday, September 25, 2026 | September 25, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-26T03:19:52Z

Gebrakan baru dalam pengelolaan sampah sekaligus edukasi investasi diperkenalkan di Kota Bima. Sampah plastik yang selama ini identik dengan limbah dan persoalan lingkungan didorong untuk memiliki nilai ekonomi melalui program penukaran sampah plastik menjadi tabungan emas.


Inisiatif tersebut melibatkan Pegadaian Bima dan Owner Ilo Cake Bima yang mengajak Lurah Nae, Fazhurrahman, untuk melihat langsung konsep pemanfaatan sampah plastik sebagai bagian dari gerakan yang menggabungkan kepedulian lingkungan dengan literasi keuangan.


Fazhurrahman yang juga menjabat sebagai Ketua DPW Bhumi Literasi NTB menyambut baik gagasan tersebut. Menurutnya, gerakan semacam ini memiliki nilai edukasi yang kuat karena mengajarkan masyarakat bahwa menjaga lingkungan dapat berjalan beriringan dengan membangun kebiasaan menabung dan mengenal instrumen investasi.


Dalam kegiatan tersebut, sampah plastik dikumpulkan dan kemudian diarahkan untuk ditukar menjadi nilai tabungan emas melalui layanan yang tersedia di Galeri 24. Konsep ini memberikan perspektif baru bahwa sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat dikelola menjadi sesuatu yang memiliki manfaat ekonomi.


Kolaborasi antara Pegadaian Bima, Owner Ilo Cake Bima dan Pemerintah Kelurahan Nae menjadi contoh bahwa gerakan lingkungan tidak harus berhenti pada kegiatan membersihkan lingkungan. Sampah dapat dikelola melalui pendekatan ekonomi sirkular sehingga masyarakat memperoleh edukasi mengenai nilai tambah dari barang yang mereka kelola.


Bagi Fazhurrahman, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan gerakan tersebut. Kesadaran untuk memilah dan mengumpulkan sampah plastik dari rumah dapat menjadi langkah sederhana yang apabila dilakukan secara konsisten mampu memberikan dampak terhadap kebersihan lingkungan sekaligus membuka peluang manfaat ekonomi.


Program ini juga memiliki dimensi literasi yang sejalan dengan semangat Bhumi Literasi Anak Bangsa. Literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan masyarakat memahami persoalan lingkungan, mengelola sumber daya, serta mengenal pengelolaan keuangan secara bijak.


Kolaborasi tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya sinergi antara pemerintah di tingkat kelurahan, dunia usaha dan lembaga keuangan dalam menghadirkan inovasi yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Dengan kolaborasi lintas sektor, persoalan sampah dapat dibicarakan bukan hanya sebagai persoalan kebersihan, tetapi juga sebagai bagian dari edukasi sosial dan ekonomi.


Gerakan sampah ditukar emas ini diharapkan dapat menjadi pemantik bagi masyarakat Kelurahan Nae untuk semakin terbiasa memilah sampah dari sumbernya. Dari langkah sederhana seperti mengumpulkan botol dan kemasan plastik, masyarakat dapat belajar mengenai pentingnya menjaga lingkungan sekaligus mengenal konsep menabung emas.


Gebrakan Fazhurrahman tersebut menjadi sebuah pesan bahwa inovasi di tingkat kelurahan dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Sampah plastik bukan hanya persoalan yang harus dibuang, tetapi dapat menjadi pintu masuk untuk membangun budaya peduli lingkungan, literasi keuangan, dan semangat kolaborasi di tengah masyarakat.

×
Berita Terbaru Update