-->
  • Jelajahi

    Copyright © Bhumi Literasi Anak Bangsa
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Profil

    Irma Putri Farahani, S.Psi.

     



    Irma Putri Farahani, S.Psi. lahir di Jakarta pada 4 Mei 1995. Ia merupakan lulusan Program Studi Psikologi Universitas Persada Indonesia YAI, Jakarta. Latar belakang keilmuan psikologi membentuk ketertarikannya terhadap isu kesehatan mental, pengembangan diri, serta dinamika psikologis manusia dalam menghadapi tekanan kehidupan. Pada tahun 2018, Irma mengikuti pendidikan Perwira Prajurit Karier (PaPK) TNI dan dilantik menjadi Letnan Dua pada bulan Mei 2018, dan resmi menjadi bagian dari korps Cku (Keuangan) TNI Angkatan Darat. Penugasan pertamanya dimulai di Dinas Psikologi Angkatan Darat (Dispsiad), Bandung. Dalam perjalanan pengabdiannya sebagai prajurit, ia turut berkontribusi dalam Satgas Penanggulangan Covid-19 pada tahun 2020 dan 2021 di Wisma Atlet Jakarta, sebuah pengalaman yang memberinya banyak pelajaran tentang ketahanan mental, empati, dan arti pengabdian di tengah situasi krisis.

    Selain aktif berdinas, Irma juga memiliki minat besar dalam dunia literasi dan psikologi. Beberapa karya tulis yang pernah dihasilkan antara lain:


    1. Say No Toxic Relationship
    2. Dampak Perilaku Bullying pada Kesehatan Mental
    3. Optimalisasi Penggunaan Teknologi dalam Pemeriksaan Psikologi Seleksi Pendidikan bagi Personel TNI AD, yang dimuat dalam Jurnal Spersad Edisi 21 Tahun 2025.


    Melalui tulisan-tulisannya, ia berupaya menghadirkan perspektif yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, khususnya terkait kesehatan mental dan pengembangan kualitas diri.

    Di luar aktivitas kedinasan, Irma memiliki hobi travelling, pilates, dan kulineran. Ia juga gemar melakukan solo travelling sebagai cara untuk mengenal diri lebih dalam sekaligus memperluas sudut pandang kehidupan. Ketertarikannya terhadap pengembangan diri membuatnya aktif mengikuti berbagai seminar dan kegiatan edukatif, khususnya di bidang psikologi dan kesehatan mental.

    Keterlibatannya dalam penulisan buku Tetap Tenang di Bawah Tekanan dilandasi keinginan untuk berbagi pengalaman dan refleksi hidup kepada pembaca. Melalui buku ini, ia ingin menyampaikan bahwa kehidupan tidak harus selalu berjalan sempurna untuk tetap memiliki makna. Tekanan, kegagalan, dan kerapuhan adalah bagian dari proses manusia untuk bertumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih sadar diri, dan lebih tenang dalam menjalani kehidupan.