Prasetyo Budhi Setiawan, S.Psi.
Prasetyo Budhi Setiawan, S.Psi. lahir di Brebes pada 7 Desember 1991 sebagai anak pertama dari empat bersaudara. Ia dibesarkan dalam keluarga sederhana dengan ayah seorang anggota Polri dan ibu seorang ibu rumah tangga. Sejak kecil, nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, serta semangat pengabdian kepada negara tertanam kuat dalam dirinya. Semasa kecil, ia tinggal bersama keluarga di Kota Surakarta (Solo), kota yang membentuk karakter dan perjalanan pendidikannya.
Pendidikan formalnya ditempuh di SDN Karangasem IV Surakarta, SMP Batik Surakarta, dan SMA Negeri 7 Surakarta. Ia kemudian melanjutkan studi di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), mengambil program studi Psikologi (S1) dan lulus pada tahun 2013. Latar belakang keilmuan psikologi membentuk cara pandangnya dalam memahami manusia, dinamika sosial, serta makna pengabdian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Selepas kuliah, ia sempat bercita-cita menjadi anggota Polri dan mengikuti seleksi Bintara sebanyak tiga kali, meski belum berhasil. Ia kemudian meniti pengalaman kerja di sektor swasta, di antaranya sebagai Staff Operasi (Loan Admin) di Bank Sinarmas Syariah (2014–2015), Human Resources Staff di CS Finance (2016), dan sempat bekerja di PT Sritex pada awal 2017. Namun panggilan jiwa untuk mengabdi secara langsung kepada negara membawanya mengambil keputusan besar: mendaftar sebagai Perwira Prajurit Karier (PA PK) TNI.
Tahun 2017 menjadi titik balik hidupnya. Setelah mempersiapkan diri secara fisik, akademik, mental, dan kesehatan, ia dinyatakan lulus seleksi dan menempuh pendidikan di Akademi Militer, Lembah Tidar, Magelang. Pada 15 Mei 2018, ia resmi dilantik menjadi Letnan Dua Corps Polisi Militer (CPM).
Pendidikan lanjutan ditempuh melalui OJT di Puspomad serta Dikcabpa Pom di Pusat Pendidikan Polisi Militer TNI AD, Cimahi, sebelum akhirnya menerima penugasan di Pomdam XVIII/Kasuari, Papua Barat.
Penugasan di Papua menjadi fase pembelajaran sekaligus pendewasaan. Ia tiba pertama kali di Manokwari pada Maret 2019 dan harus beradaptasi dengan kondisi geografis, fasilitas terbatas, serta tantangan psikologis sebagai perwira muda di tanah yang jauh dari kampung halaman. Namun loyalitas dan profesionalitas sebagai prajurit membawanya tetap teguh menjalankan tugas pengabdian.
Pada tahun 2023–2024, ia terpilih dan lulus seleksi Satgas UNIFIL di Lebanon sebagai bagian dari International Military Police di Sector East UNIFIL (SEMPU). Bertugas sebagai Military Intelligence Officer (MIO), ia menjalankan fungsi intelijen dan koordinasi lintas batalyon internasional di wilayah operasi Lebanon Selatan. Ia menjadi saksi langsung dinamika konflik yang memanas sejak 7 Oktober 2023, menghadapi situasi perang, bunkering, pengungsian, serta kondisi ekstrem musim dingin. Seluruh rangkaian tugas tersebut berhasil ia lalui dengan selamat hingga kembali ke Indonesia pada Maret 2024.
Sekembalinya dari misi perdamaian, ia kembali bertugas di Pomdam XVIII/Kasuari dan pada Agustus 2024 dipercaya mengemban amanah sebagai Dansubdenpom XVIII/1-2 Fakfak di Fakfak. Perjalanan menuju Fakfak menggunakan Kapal Pelni Tatamailau selama kurang lebih 15 jam menjadi simbol awal babak baru pengabdiannya. Meski sempat bertanya dalam hati tentang takdir penempatannya yang semakin jauh, ia meyakini bahwa setiap langkah telah digariskan dengan makna.
Pengalaman hidup, pengabdian, dan interaksi langsung dengan masyarakat Fakfak menumbuhkan ketertarikan mendalam terhadap budaya lokal.

