Bhumi Literasi Anak Bangsa kembali menghadirkan karya literasi yang relevan dengan isu global dan nasional. Pada 27 April 2026, komunitas literasi tersebut telah meluncurkan buku antologi opini berjudul Selat Hormuz dan Stabilitas Harga BBM Nasional. Peluncuran ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam membangun budaya literasi kritis di Indonesia.
Buku ini merupakan hasil dari program Ruang Opini Bhumi Literasi Anak Bangsa, sebuah wadah yang memberikan ruang bagi para penulis untuk menyampaikan gagasan, analisis, dan refleksi terhadap isu-isu strategis yang sedang berkembang. Tema Selat Hormuz dipilih karena memiliki keterkaitan erat dengan dinamika harga energi global yang berdampak langsung pada Indonesia.
Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu jalur vital distribusi minyak dunia. Ketegangan yang terjadi di kawasan tersebut kerap memicu fluktuasi harga minyak global, yang pada akhirnya memengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM) di berbagai negara, termasuk Indonesia. Hal inilah yang menjadi fokus utama dalam buku antologi ini.
Melalui buku ini, Bhumi Literasi Anak Bangsa mengajak masyarakat untuk memahami bahwa isu global bukanlah sesuatu yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Kenaikan harga BBM, inflasi, hingga daya beli masyarakat memiliki keterkaitan langsung dengan dinamika geopolitik dunia.
Antologi ini menghadirkan beragam tulisan dari penulis dengan latar belakang yang berbeda, mulai dari militer, akademisi, pengusaha, praktisi, hingga pegiat literasi. Setiap tulisan memberikan perspektif unik, mulai dari analisis ekonomi, geopolitik, hingga solusi strategis dalam menghadapi potensi krisis energi.
Selain membahas dampak, buku ini juga mengangkat berbagai solusi yang dapat dilakukan oleh Indonesia. Di antaranya adalah diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan energi nasional, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan sebagai langkah menuju kemandirian energi.
Peran diplomasi Indonesia juga menjadi salah satu poin penting dalam buku ini. Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia diharapkan mampu memainkan peran strategis untuk menjaga stabilitas kawasan sekaligus melindungi kepentingan nasional, khususnya di sektor energi.
Peluncuran buku ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga momentum untuk mendorong diskusi publik yang lebih luas. Bhumi Literasi Anak Bangsa akan menjadikan literasi sebagai alat untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap isu-isu penting.
Dengan hadirnya buku ini, Bhumi Literasi Anak Bangsa kembali menegaskan perannya sebagai komunitas yang tidak hanya fokus pada kegiatan menulis, tetapi juga berkontribusi dalam membangun pemikiran kritis di tengah masyarakat. Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, akademisi, dan pembuat kebijakan.
Ke depan, Bhumi Literasi Anak Bangsa berkomitmen untuk terus menghadirkan karya-karya yang relevan dan berdampak. Peluncuran buku Selat Hormuz dan Stabilitas Harga BBM Nasional pada 27 April 2026 tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat literasi nasional yang adaptif terhadap dinamika global.


