Bhumi Literasi Mataram kembali menggencarkan gerakan budaya membaca melalui kegiatan “Rabu Membaca” yang digelar pada 6 Mei 2026. Kegiatan ini menghadirkan Putri Indonesia NTB 2025 untuk membaca buku bersama sebagai bentuk kampanye literasi yang menyasar generasi muda di Kota Mataram. Kehadiran figur publik dalam kegiatan tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk menarik perhatian anak-anak dan remaja agar lebih dekat dengan buku.
Acara yang berlangsung penuh antusias itu diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari dosen, mahasiswa, hingga komunitas Bhumi Literasi Mataram. Suasana membaca bersama tampak hangat dan interaktif, terutama ketika Putri Indonesia NTB 2025 membagikan pengalaman serta pentingnya menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari. Kegiatan ini menjadi simbol bahwa literasi bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.
Bhumi Literasi Mataram menilai rendahnya minat baca di tengah derasnya arus media sosial menjadi tantangan serius yang harus segera diatasi. Karena itu, program “Rabu Membaca” dihadirkan sebagai ruang edukatif yang tidak hanya mengajak masyarakat untuk membaca, tetapi juga membangun kesadaran tentang pentingnya pengetahuan dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.
Ketua DPC Mataram, Muhammad Dzul Fadlli, menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi utama dalam menciptakan generasi yang kritis dan berdaya saing. Menurutnya, budaya membaca harus dibangun sejak dini agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan maupun hoaks yang marak berkembang di era digital.
Ia juga menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Putri Indonesia NTB 2025 merupakan upaya untuk menghadirkan wajah literasi yang lebih dekat dengan generasi muda. Figur inspiratif dinilai mampu memberikan pengaruh positif sekaligus menjadi contoh bahwa kecerdasan dan wawasan luas tidak dapat dipisahkan dari kebiasaan membaca buku.
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya membaca bersama, tetapi juga diajak berdiskusi mengenai isi buku, pentingnya pendidikan, hingga cara membangun kebiasaan membaca di lingkungan keluarga. Interaksi yang terbangun membuat kegiatan berlangsung lebih hidup dan memberikan pengalaman berbeda dibandingkan metode kampanye literasi pada umumnya.
Bhumi Literasi Mataram berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara rutin dan menjangkau lebih banyak wilayah di Nusa Tenggara Barat. Mereka menilai peningkatan literasi harus dilakukan secara berkelanjutan agar budaya membaca benar-benar tumbuh menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.
Di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat, buku dinilai tetap memiliki peran sebagai sumber ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter. Karena itu, gerakan membaca bersama dianggap menjadi langkah konkret untuk mengimbangi ketergantungan generasi muda terhadap gawai dan media digital.
Kehadiran Putri Indonesia NTB 2025 dalam kegiatan ini pun menuai apresiasi dari peserta. Banyak yang mengaku lebih termotivasi untuk membaca karena melihat langsung sosok publik figur yang aktif mengkampanyekan pentingnya literasi. Momen tersebut menjadi bukti bahwa literasi dapat dikemas dengan cara yang menarik dan inspiratif.
Melalui kegiatan “Rabu Membaca”, Bhumi Literasi Mataram ingin menegaskan bahwa membangun peradaban besar dimulai dari kebiasaan sederhana, yakni membaca buku. Gerakan ini diharapkan menjadi pemantik lahirnya generasi NTB yang lebih cerdas, kritis, dan siap menghadapi tantangan masa depan.


