Bhumi Literasi Anak Bangsa kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya literasi masyarakat. Kali ini, salah satu pengurusnya, Gus Ilmi Najib, akan tampil sebagai narasumber dalam kegiatan Online Talks SILI (Jagongan Online Bale-Patunggilan) yang diselenggarakan oleh GKJW Balewiyata pada Rabu, 10 Juni 2026 pukul 18.30 WIB.
Kegiatan tersebut mengangkat tema yang sangat relevan dengan kondisi masyarakat digital saat ini, yaitu “Literasi Budaya Baca Buku Atasi Brain Rot?”. Tema ini mengajak masyarakat untuk mendiskusikan peran membaca buku dalam menghadapi fenomena menurunnya kemampuan berpikir kritis akibat paparan konten digital yang berlebihan dan kurang berkualitas.
Dalam forum tersebut, Gus Ilmi Najib akan mewakili Bhumi Literasi Anak Bangsa, sebuah organisasi yang bergerak di bidang penguatan budaya literasi dan pengembangan sumber daya manusia melalui kegiatan membaca, menulis, diskusi, serta pendidikan masyarakat.
Selain Gus Ilmi Najib, kegiatan ini juga menghadirkan akademisi terkemuka Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd dari Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang serta Pdt. Gideon Hendro Buono dari GKJW. Kehadiran para narasumber diharapkan mampu memberikan perspektif yang komprehensif mengenai pentingnya budaya baca di tengah derasnya arus informasi digital.
Fenomena brain rot dalam beberapa tahun terakhir menjadi perhatian banyak kalangan. Istilah tersebut merujuk pada kondisi ketika seseorang terlalu banyak mengonsumsi informasi dangkal, hiburan instan, atau konten digital yang minim nilai edukatif sehingga berdampak pada kualitas berpikir, konsentrasi, dan kemampuan analisis.
Menurut Gus Ilmi Najib, budaya membaca buku merupakan salah satu cara efektif untuk menjaga kesehatan intelektual masyarakat. Melalui membaca, seseorang dapat melatih daya pikir, memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan memahami informasi, serta memperkuat karakter dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan.
Partisipasi Bhumi Literasi Anak Bangsa dalam kegiatan ini sejalan dengan visi organisasi untuk membangun masyarakat yang gemar membaca, kritis, kreatif, dan produktif. Berbagai program literasi yang selama ini dijalankan terus diarahkan untuk membentuk ekosistem belajar yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
Kehadiran Gus Ilmi Najib sebagai narasumber juga menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai gerakan literasi yang telah dilakukan Bhumi Literasi Anak Bangsa di berbagai daerah. Organisasi ini terus mendorong kolaborasi dengan komunitas, lembaga pendidikan, dan berbagai pihak guna memperkuat budaya baca di Indonesia.
Melalui forum daring ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami bahaya brain rot, tetapi juga memperoleh inspirasi untuk kembali menjadikan buku sebagai sumber pengetahuan utama. Budaya membaca diyakini mampu menjadi benteng dalam menghadapi berbagai tantangan era digital yang semakin kompleks.
Kegiatan Online Talks SILI terbuka bagi masyarakat umum dan dapat diikuti secara daring. Dengan tema yang menarik dan narasumber yang kompeten, acara ini diharapkan menjadi ruang dialog yang produktif sekaligus menguatkan kesadaran bahwa membangun budaya baca merupakan langkah nyata untuk menciptakan masyarakat yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.

