-->
  • Jelajahi

    Copyright © Bhumi Literasi Anak Bangsa
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Profil

    Ketahanan Pangan Dimulai dari Pekarangan Rumah

    Bhumi Literasi
    Tuesday, June 2, 2026, June 02, 2026 WIB Last Updated 2026-06-02T23:46:54Z

     



    Kenaikan harga pangan yang terjadi belakangan ini menjadi perhatian banyak kalangan. Berbagai faktor, seperti konflik global, perubahan iklim, gangguan distribusi, dan ketidakstabilan ekonomi, turut memengaruhi ketersediaan serta harga bahan pangan di pasaran. Kondisi ini tentu lebih dirasakan oleh masyarakat berpenghasilan rendah yang sebagian besar pendapatannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Kenaikan harga beras, sayuran, cabai, atau kebutuhan pangan lainnya, meskipun tidak terlalu besar, dapat berdampak signifikan terhadap kondisi ekonomi keluarga.

    Di tengah situasi tersebut, ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga dapat dimulai dari tingkat rumah tangga. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan lahan di sekitar rumah untuk menanam berbagai tanaman pangan, seperti sayuran, cabai, tomat, atau tanaman obat keluarga. Kegiatan ini tidak memerlukan modal besar karena dapat dilakukan dengan memanfaatkan media tanam sederhana, pot bekas, atau wadah yang sudah tidak terpakai. Hasilnya memang mungkin tidak mampu memenuhi seluruh kebutuhan pangan keluarga, tetapi setidaknya dapat membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga.

    Selain memberikan manfaat ekonomi, kegiatan menanam di rumah juga memiliki nilai edukatif dan lingkungan. Anak-anak dapat belajar mengenal proses pertumbuhan tanaman, pentingnya menjaga lingkungan, serta menghargai makanan yang mereka konsumsi. Di sisi lain, keberadaan tanaman di sekitar rumah dapat menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat. Dengan demikian, pemanfaatan pekarangan rumah bukan hanya soal menghasilkan bahan pangan, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya kemandirian dan keberlanjutan.

    Memang tidak semua orang memiliki lahan yang luas untuk bercocok tanam. Namun, keterbatasan lahan seharusnya tidak menjadi alasan untuk mengabaikan upaya ketahanan pangan keluarga. Berbagai metode seperti penanaman dalam pot, vertikultur, atau hidroponik sederhana dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang tinggal di perumahan padat, rumah susun, maupun rumah kontrakan. Oleh karena itu, ketahanan pangan dari rumah perlu dipandang sebagai gerakan bersama yang dimulai dari langkah-langkah kecil. Ketika semakin banyak keluarga mampu menghasilkan sebagian kebutuhan pangannya sendiri, maka ketahanan pangan masyarakat secara keseluruhan akan semakin kuat.


    Penulis: H. Muhammad Arif, S.Hum., M.Pd., M.A. (Ketua DPC Malang)

    Komentar

    Tampilkan