Bhumi Literasi Anak Bangsa terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan budaya literasi sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia organisasi di berbagai daerah. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan video conference (vicon) yang dilaksanakan oleh Ketua Umum Bhumi Literasi Anak Bangsa, Rizal Mutaqin, S.Kom., M.Sc., bersama Kabid Media dan Publikasi DPP Bhumi Literasi Anak Bangsa, Tiara Rahayu, S.Si., serta Ketua DPW Bhumi Literasi Anak Bangsa Nusa Tenggara Barat, Rizqi Munandhar, S.Si., M.Si.
Pertemuan virtual tersebut menjadi forum strategis untuk membahas sejumlah agenda penting yang berkaitan dengan pengembangan literasi dan penguatan organisasi. Diskusi berlangsung secara produktif dengan fokus pada program literasi yang tengah dikembangkan oleh Bhumi Literasi Anak Bangsa.
Salah satu agenda utama dalam vicon tersebut adalah pembahasan dua buku yang sedang menjadi perhatian organisasi, yakni Ngopi Literasi dan Sekolah Kedinasan vs Kuliah. Kedua buku tersebut dinilai memiliki nilai edukatif yang tinggi dan dapat menjadi referensi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam meningkatkan wawasan dan minat baca.
Buku Ngopi Literasi dibahas sebagai salah satu media yang mengajak masyarakat untuk menjadikan kegiatan membaca, berdiskusi, dan bertukar gagasan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Konsep literasi yang dikemas secara ringan dan dekat dengan kehidupan masyarakat diharapkan mampu meningkatkan ketertarikan publik terhadap budaya membaca.
Sementara itu, buku Sekolah Kedinasan vs Kuliah menjadi topik diskusi yang menarik karena membahas pilihan pendidikan yang sering dihadapi oleh para pelajar setelah lulus dari jenjang pendidikan menengah. Buku tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang objektif mengenai kelebihan, tantangan, serta peluang yang dimiliki masing-masing jalur pendidikan.
Selain membahas substansi kedua buku tersebut, Ketum, Kabid Media DPP, dan Ketua DPW NTB juga mendiskusikan strategi publikasi dan penyebarluasan informasi agar karya-karya literasi yang dihasilkan Bhumi Literasi Anak Bangsa dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas. Pemanfaatan media digital menjadi salah satu fokus utama dalam mendukung upaya tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Bhumi Literasi Anak Bangsa juga memberikan pembinaan kepada Kabid Media dan Publikasi DPP Bhumi Literasi Anak Bangsa. Pembinaan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan media organisasi, penyusunan konten publikasi, serta strategi komunikasi yang efektif di era digital.
Rizal Mutaqin menekankan pentingnya peran media publikasi dalam membangun citra organisasi sekaligus menyebarluaskan berbagai program literasi kepada masyarakat. Menurutnya, kualitas informasi yang disampaikan melalui media organisasi harus mampu memberikan manfaat, edukasi, dan inspirasi bagi publik.
Tidak hanya itu, pembinaan juga diberikan kepada Ketua DPW Bhumi Literasi Anak Bangsa Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan sinergi antar pengurus dalam menjalankan fungsi kehumasan serta publikasi di tingkat daerah.
Melalui kegiatan vicon ini, Bhumi Literasi Anak Bangsa menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan ekosistem literasi yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kapasitas organisasi hingga ke tingkat daerah. Dengan sinergi antara pengurus pusat dan wilayah, diharapkan berbagai program literasi dan publikasi dapat berjalan lebih optimal serta memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
Ketua Umum Bhumi Literasi Anak Bangsa Bahas Penguatan SDM Publikasi NTB Melalui Vicon

Komentar
Bhumi Literasi