Kota Bima – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satunya melalui program “Ngobrol Bareng Bhumi Literasi” yang menghadirkan Lurah Nae Kota Bima, Fazhurrahman, S.STP., M.AP., sebagai narasumber utama untuk membahas isu pengelolaan sampah yang semakin penting di tengah meningkatnya kuantitas limbah rumah tangga dan perkotaan.
Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Bhumi Literasi Anak Bangsa tersebut, Fazhurrahman mengajak masyarakat Indonesia untuk bersama-sama memahami bahwa persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari.
Mengangkat tema “Masyarakat Bergerak, Sampah Terkelola, Lingkungan Terjaga”, diskusi ini menjadi ruang berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai berbagai strategi pengelolaan sampah yang dapat diterapkan di lingkungan masyarakat. Tema tersebut dipilih sebagai bentuk dorongan agar masyarakat semakin peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Fazhurrahman menjelaskan bahwa pengelolaan sampah yang baik harus dimulai dari sumbernya, yaitu rumah tangga. Kesadaran untuk memilah sampah organik dan anorganik menjadi langkah awal yang sangat penting dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, keberhasilan suatu program lingkungan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh tingkat partisipasi masyarakat dalam menjalankan program tersebut secara konsisten.
Dalam sesi diskusi, masyarakat juga akan diajak melihat sampah dari sudut pandang yang berbeda. Sampah tidak selalu identik dengan masalah, tetapi dapat menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik. Berbagai produk hasil daur ulang dan pemanfaatan sampah menjadi contoh nyata bagaimana limbah dapat diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan literasi lingkungan di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Melalui pemanfaatan media digital, informasi mengenai pengelolaan sampah dapat disampaikan secara lebih luas dan mudah dijangkau oleh berbagai lapisan masyarakat.
Sebagai wilayah yang aktif dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat, Kelurahan Nae terus mendorong keterlibatan warga dalam menjaga kebersihan lingkungan. Berbagai kegiatan sosial dan edukasi lingkungan menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
Bhumi Literasi Anak Bangsa sebagai penyelenggara berharap diskusi ini mampu melahirkan gagasan-gagasan baru yang dapat diterapkan di berbagai daerah. Dengan semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya pengelolaan sampah, diharapkan akan tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman untuk generasi sekarang maupun yang akan datang.
Melalui kegiatan “Ngobrol Bareng Bhumi Literasi”, Lurah Nae mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga menjadi pelaku perubahan. Dengan kolaborasi, kepedulian, dan aksi nyata dari masyarakat, persoalan sampah dapat dikelola dengan lebih baik sehingga lingkungan yang bersih dan berkelanjutan dapat terwujud di seluruh Indonesia.


