Kota Bima – Pemerintah Kelurahan Nae, Kota Bima, terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan. Pada Rabu, 17 Juni 2026, Lurah Nae bersama warga melaksanakan kegiatan pembuatan lubang biopori di sejumlah titik sebagai bagian dari program Kelurahan Nae Ramah Lingkungan.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat karena dinilai memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar. Selain membantu mengurangi genangan air saat musim hujan, lubang biopori juga menjadi solusi dalam pengelolaan sampah organik rumah tangga.
Lurah Nae menjelaskan bahwa biopori merupakan teknologi ramah lingkungan yang mudah diterapkan oleh masyarakat. Dengan biaya yang relatif murah dan proses pembuatan yang sederhana, setiap rumah tangga dapat berkontribusi dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Menurutnya, lubang biopori memiliki dua fungsi utama yang sangat bermanfaat. Fungsi pertama adalah sebagai lubang resapan air yang membantu meningkatkan daya serap tanah terhadap air hujan sehingga dapat mengurangi risiko genangan maupun banjir di lingkungan permukiman.
Sementara fungsi kedua adalah sebagai tempat pembuangan sampah organik, terutama sisa-sisa dapur seperti sayuran, buah-buahan, daun kering, dan bahan organik lainnya. Sampah tersebut akan terurai secara alami di dalam tanah dan menjadi kompos yang bermanfaat bagi kesuburan lingkungan.
Melalui program ini, warga diajak untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dari sumbernya. Dengan memanfaatkan lubang biopori, jumlah sampah organik yang dibuang ke tempat pembuangan akhir dapat dikurangi secara signifikan.
Selain memberikan manfaat ekologis, kegiatan pembuatan biopori juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan hidup. Warga diberikan pemahaman tentang cara pembuatan, pemeliharaan, serta manfaat jangka panjang dari penggunaan lubang biopori.
Sejumlah warga yang mengikuti kegiatan mengaku antusias karena teknologi ini mudah diterapkan di halaman rumah masing-masing. Mereka berharap program tersebut dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak rumah tangga yang memiliki lubang biopori.
Pemerintah Kelurahan Nae berencana menjadikan gerakan pembuatan biopori sebagai program berkelanjutan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih hijau, bersih, dan sehat bagi generasi mendatang.
Melalui kegiatan tersebut, Kelurahan Nae kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi kawasan yang ramah lingkungan. Sinergi antara pemerintah kelurahan dan masyarakat diyakini menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan lingkungan yang lestari sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga secara berkelanjutan.


