-->
  • Jelajahi

    Copyright © Bhumi Literasi Anak Bangsa
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Profil

    Mayjen TNI (Purn) Dr. R. Nugraha Gumilar Uji Inovasi Granat Latih Berbahan Limbah Pertanian Karya Mahasiswa Poltekad

    Bhumi Literasi
    Wednesday, June 17, 2026, June 17, 2026 WIB Last Updated 2026-06-18T05:15:03Z

     


    Politeknik Angkatan Darat kembali menampilkan berbagai inovasi teknologi terapan dalam pelaksanaan Sidang Tugas Akhir mahasiswa. Salah satu penelitian yang menarik perhatian adalah karya Bintara Mahasiswa Poltekad, Serka Purwo, yang mengembangkan pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan isian pendorong granat latih.

    Penelitian tersebut diuji langsung oleh Dr. R. Nugraha Gumilar dalam kapasitasnya sebagai penguji eksternal. Kehadiran perwira tinggi TNI yang memiliki latar belakang akademik kuat itu memberikan masukan strategis terhadap kualitas penelitian dan potensi penerapannya di lingkungan TNI.

    Dalam sidang yang berlangsung di lingkungan Poltekad, Serka Purwo memaparkan hasil penelitiannya mengenai pemanfaatan limbah pertanian berupa bonggol jagung, ketela, dan ubi jalar sebagai bahan dasar pembuatan isian pendorong granat latih. Inovasi ini lahir dari upaya mencari alternatif bahan yang lebih ekonomis, mudah diperoleh, serta ramah lingkungan.

    Menurut hasil penelitian yang dipresentasikan, limbah pertanian tersebut dapat diolah menjadi bahan pendorong yang memiliki karakteristik sesuai untuk kebutuhan granat latih. Selain memanfaatkan sumber daya lokal yang melimpah, penggunaan bahan tersebut juga berpotensi mengurangi limbah pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

    Serka Purwo menjelaskan bahwa untuk satu kali penggunaan granat latih dibutuhkan sekitar 10 gram isian pendorong. Dengan formulasi yang telah dikembangkan melalui penelitian, biaya produksi isian tersebut dapat ditekan hingga sekitar Rp1.500 per penggunaan, sehingga memberikan efisiensi yang cukup signifikan.

    Dalam proses pengujian, Mayjen TNI (Purn) Dr. R. Nugraha Gumilar menyoroti aspek metodologi penelitian, keamanan penggunaan bahan, efektivitas kinerja, serta peluang pengembangan lebih lanjut. Ia menilai bahwa inovasi berbasis potensi lokal seperti ini memiliki nilai strategis dalam mendukung kemandirian teknologi pertahanan nasional.

    Selain aspek teknis, penguji juga memberikan perhatian pada kemungkinan penerapan hasil penelitian dalam kegiatan pendidikan dan latihan militer. Granat latih yang memanfaatkan bahan alternatif berbiaya rendah dinilai dapat menjadi solusi untuk mendukung kebutuhan latihan secara lebih efisien tanpa mengurangi kualitas pelatihan prajurit.

    Penelitian ini juga menunjukkan bahwa inovasi pertahanan tidak selalu harus berasal dari teknologi yang kompleks dan mahal. Pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar dapat menghasilkan solusi yang efektif apabila didukung oleh riset yang tepat dan pendekatan ilmiah yang sistematis.

    Kegiatan sidang tugas akhir tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa Poltekad untuk menunjukkan kemampuan analitis, kreativitas, dan keterampilan penelitian dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi institusi pertahanan. Inovasi yang dikembangkan mahasiswa diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi satuan pengguna di lapangan.

    Melalui penelitian Serka Purwo tentang pemanfaatan limbah pertanian sebagai isian pendorong granat latih, Poltekad kembali membuktikan komitmennya dalam mendorong lahirnya inovasi yang aplikatif, ekonomis, dan berorientasi pada kebutuhan pertahanan nasional. Dukungan dari para penguji berpengalaman seperti Mayjen TNI (Purn) Dr. R. Nugraha Gumilar menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas riset yang dihasilkan mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan TNI dan bangsa Indonesia.

    Komentar

    Tampilkan