-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Profil

Iklan

Indeks Berita

Lurah Nae Bersama Bhabinkamtibmas dan Kepala SMPN 2 Kota Bima Pasang Biopori untuk Atasi Genangan Air

Sunday, July 26, 2026 | July 26, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-27T03:09:32Z

 


Kota Bima  Pemerintah Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, melaksanakan kegiatan pemasangan biopori di lingkungan SMP Negeri 2 Kota Bima sebagai upaya mengatasi titik-titik genangan air yang kerap muncul di halaman sekolah saat musim hujan. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Lurah Nae, Fazhurrahman, S.STP., M.AP., didampingi Bhabinkamtibmas serta Kepala SMP Negeri 2 Kota Bima.

Pemasangan lubang resapan biopori difokuskan pada beberapa titik yang selama ini menjadi lokasi genangan air. Keberadaan genangan tidak hanya mengganggu aktivitas belajar mengajar, tetapi juga berpotensi menjadi sarang nyamuk dan menurunkan kualitas lingkungan sekolah. Oleh karena itu, langkah preventif melalui teknologi biopori dipilih sebagai solusi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Lurah Nae, Fazhurrahman, S.STP., M.AP., menyampaikan bahwa biopori merupakan salah satu metode sederhana namun efektif dalam meningkatkan daya resap tanah terhadap air hujan. Dengan semakin banyak lubang biopori, diharapkan air tidak lagi menggenang di permukaan, melainkan terserap kembali ke dalam tanah sehingga mampu mengurangi risiko banjir di kawasan sekitar.

Kegiatan tersebut juga menjadi wujud sinergi antara pemerintah kelurahan, aparat kepolisian, dan pihak sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan nyaman bagi para siswa. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk mendorong kepedulian bersama terhadap pelestarian lingkungan.

Kepala SMP Negeri 2 Kota Bima menyambut baik pelaksanaan pemasangan biopori di lingkungan sekolah. Menurutnya, keberadaan biopori akan memberikan manfaat jangka panjang, baik dalam mengurangi genangan air maupun sebagai media edukasi bagi peserta didik mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Nae turut memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari upaya membangun ketahanan masyarakat, karena lingkungan yang bersih dan sehat akan menciptakan kenyamanan serta meningkatkan kualitas kehidupan warga.

Selain mengurangi genangan air, lubang biopori juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat pengolahan sampah organik. Sampah daun dan sisa makanan yang dimasukkan ke dalam lubang akan terurai secara alami menjadi kompos, sehingga memberikan manfaat tambahan bagi kesuburan tanah di lingkungan sekolah.

Fazhurrahman yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPW Bhumi Literasi Nusa Tenggara Barat  menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi literasi lingkungan. Menurutnya, membangun kesadaran masyarakat tidak hanya dilakukan melalui edukasi di dalam kelas, tetapi juga melalui aksi nyata yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan memperoleh pengalaman langsung mengenai pentingnya konservasi air dan pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat. Nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan yang ditanamkan sejak dini diharapkan mampu membentuk generasi yang lebih bertanggung jawab terhadap keberlanjutan alam.

Pemerintah Kelurahan Nae berharap pemasangan biopori di SMP Negeri 2 Kota Bima dapat menjadi contoh bagi sekolah maupun lingkungan masyarakat lainnya. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi berbagai pihak, upaya menjaga lingkungan diharapkan terus berkembang sehingga mampu menciptakan kawasan yang lebih bersih, sehat, dan bebas dari genangan air.



×
Berita Terbaru Update