Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui dukungan terhadap dunia literasi. Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.I.P., memberikan dukungan penuh atas penulisan buku Revolusi Pengelolaan Sampah, karya Fazhurrahman, S.STP., M.AP., Lurah Nae, Kota Bima, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPW NTB Bhumi Literasi Anak Bangsa. Buku tersebut ditulis berkolaborasi dengan Ketua DPW NTB (Rizqi Munandhar), dan Ketum Bhumi Literasi Anak Bangsa (Rizal Mutaqin).
Dukungan tersebut disampaikan sebagai bentuk apresiasi terhadap lahirnya karya yang dinilai mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah yang semakin kompleks. Menurut Wakil Gubernur, persoalan sampah kini telah menjadi isu strategis yang memerlukan perhatian serius serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat demi menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Hj. Indah Dhamayanti Putri mengungkapkan rasa syukur atas terbitnya buku tersebut. Ia menilai buku Revolusi Pengelolaan Sampah hadir pada momentum yang tepat, ketika berbagai daerah di Indonesia, termasuk Provinsi Nusa Tenggara Barat, tengah menghadapi peningkatan volume sampah akibat pertumbuhan penduduk, perkembangan kawasan perkotaan, serta perubahan pola konsumsi masyarakat.
Menurutnya, apabila tidak dikelola secara tepat, sampah dapat memunculkan berbagai persoalan lingkungan, kesehatan, sosial, hingga ekonomi yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat. Karena itu, diperlukan perubahan paradigma dalam memandang sampah, dari sesuatu yang harus dibuang menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi kehidupan.
Buku karya Fazhurrahman tersebut menawarkan berbagai gagasan inovatif mengenai transformasi sistem pengelolaan sampah. Melalui pendekatan partisipatif dan berbasis masyarakat, buku ini mengulas pemanfaatan sampah organik menjadi kompos dan biogas, pengolahan sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi, hingga konsep ekonomi sirkular yang dapat diterapkan di tingkat kelurahan.
Salah satu gagasan yang mendapat perhatian adalah pembangunan unit pabrikasi pengolahan sampah rumah tangga dan sampah plastik di tingkat kelurahan. Model tersebut diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat ekonomi lokal melalui pengelolaan sampah yang produktif.
Wakil Gubernur NTB menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus berkomitmen mendukung berbagai program peningkatan kualitas lingkungan hidup. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, organisasi masyarakat, serta seluruh lapisan masyarakat.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Fazhurrahman atas dedikasi dan kepeduliannya dalam menghadirkan buku yang tidak hanya membahas persoalan sampah, tetapi juga menawarkan solusi konkret yang dapat diimplementasikan. Buku tersebut dinilai mampu menjadi referensi sekaligus inspirasi bagi pemerintah daerah, akademisi, praktisi, hingga komunitas dalam mengembangkan inovasi pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Sebagai Wakil Ketua DPW NTB Bhumi Literasi Anak Bangsa, Fazhurrahman berharap buku Revolusi Pengelolaan Sampah dapat mendorong lahirnya gerakan bersama dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih modern, efektif, dan berbasis pemberdayaan masyarakat. Ia menekankan bahwa revolusi pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan merupakan tanggung jawab bersama demi masa depan lingkungan yang lebih baik.
Wagub NTB mengucapkan selamat kepada penulis buku Revolusi Pengelolaan Sampah. Ia berharap karya tersebut memberikan manfaat yang luas, memperkaya wawasan masyarakat, serta menjadi kontribusi nyata dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, lestari, dan pembangunan berkelanjutan, baik di Nusa Tenggara Barat maupun di seluruh Indonesia.
