Jumat, 28 Agustus 2026 — Ketua Umum Bhumi Literasi Anak Bangsa, Rizal Mutaqin, menghadiri latihan Training Camp (TC) rutin para atlet Laxuse Taekwondo Club, Jumat malam, 28 Agustus 2026. Latihan tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi kejuaraan PUGNATOR OPEN INTERNASIONAL TAEKWONDO yang akan berlangsung pada Oktober 2026 mendatang.
Latihan persiapan kejuaraan dimulai pukul 18.45 WIB hingga 21.00 WIB. Para atlet mengikuti rangkaian latihan dengan penuh semangat dan disiplin, dengan materi yang mencakup teknik serta latihan fisik sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi.
Kegiatan latihan berada di bawah bimbingan Master Sulaksono, yang memberikan arahan dan pendampingan kepada para atlet selama sesi TC berlangsung. Latihan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan teknik, ketahanan fisik, kecepatan, kekuatan, serta kesiapan mental para atlet menjelang pertandingan.
Kehadiran Rizal Mutaqin dalam latihan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap proses pembinaan atlet sekaligus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kebugaran. Di tengah berbagai aktivitas dan tanggung jawab yang dijalankan, olahraga tetap menjadi bagian yang berusaha dipertahankan dalam kesehariannya.
Menariknya, latihan kali ini berlangsung di tengah padatnya agenda Rizal sebagai Ketua Umum Bhumi Literasi Anak Bangsa. Setelah menyelesaikan tugas kedinasan, ia juga tengah disibukkan dengan persiapan Musyawarah Nasional (Munas) Bhumi Literasi serta Hari Organisasi Bhumi Literasi yang pelaksanaannya tinggal menghitung hari.
Di tengah kesibukan tersebut, Rizal memilih untuk tetap meluangkan waktu berlatih taekwondo. Baginya, menjaga kebugaran bukan sekedar kebutuhan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga energi dan semangat agar tetap produktif dalam menjalankan berbagai aktivitas.
Selain untuk menjaga kondisi tubuh, latihan taekwondo juga menjadi momentum bagi Rizal untuk memberikan semangat dan motivasi kepada putranya. Ia ingin menunjukkan secara langsung bahwa aktivitas fisik, kedisiplinan, dan konsistensi merupakan nilai-nilai yang penting untuk ditanamkan sejak usia dini.
Keteladanan tersebut menjadi semakin bermakna karena seorang anak pada dasarnya merupakan peniru ulung. Apa yang dilihat, dilakukan, dan dicontoh dari orang tua dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter anak. Karena itu, memberikan contoh secara langsung dinilai lebih bermakna daripada sekedar memberikan nasihat.
Melalui kebiasaan berolahraga bersama dan hadir dalam latihan, Rizal berupaya membangun kedekatan sekaligus menanamkan nilai positif kepada putranya. Semangat berlatih, pantang menyerah, disiplin, menghargai pelatih, serta berani menghadapi tantangan menjadi pelajaran yang dapat diperoleh tidak hanya dari kata-kata, tetapi juga dari pengalaman langsung.
Di tengah padatnya tugas kedinasan, aktivitas organisasi, dan persiapan berbagai agenda Bhumi Literasi Anak Bangsa, Rizal Mutaqin menunjukkan bahwa kesibukan bukan alasan untuk meninggalkan kesehatan dan keluarga. Dengan tetap meluangkan waktu untuk taekwondo, ia berusaha menjaga kebugaran sekaligus menjadi contoh bagi putranya bahwa menjadi orang tua bukan hanya tentang memberi nasihat, tetapi juga tentang memberikan teladan melalui tindakan nyata.