-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Profil

Iklan

Indeks Berita

Ketika Generasi Muda Menyapa Sejarah Bangsa

Tuesday, August 25, 2026 | August 25, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-26T00:52:26Z

 


Kunjungan mahasiswa dan mahasiswi Program Studi S2 dan S3 Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI) ke Museum Satria Mandala merupakan sebuah kehormatan sekaligus momentum penting untuk kembali meneguhkan makna sejarah bagi generasi muda. Kegiatan tersebut bukan sekedar kunjungan akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk menyaksikan secara langsung jejak perjuangan bangsa Indonesia. Dari tempat-tempat bersejarah, kita dapat belajar bahwa kemerdekaan dan ketahanan bangsa tidak lahir secara tiba-tiba, melainkan melalui perjalanan panjang yang penuh pengorbanan.

Salam Sejarah. Kenali Sejarahmu, Cintai Bangsamu. Kalimat tersebut sesungguhnya memiliki makna yang sangat mendalam. Mengenal sejarah bukan hanya menghafal nama tokoh, tahun, atau peristiwa, tetapi memahami bagaimana sebuah bangsa tumbuh, menghadapi tantangan, mempertahankan kedaulatan, dan membangun masa depannya. Sejarah menjadi cermin yang membantu generasi hari ini memahami siapa dirinya dan dari mana bangsa ini berasal.

Museum Satria Mandala merupakan salah satu ruang untuk menghadirkan kembali ingatan kolektif tentang perjalanan perjuangan bangsa. Berbagai benda, dokumentasi, dan peninggalan sejarah yang tersimpan di dalamnya mengingatkan kita bahwa perjalanan Indonesia dibangun oleh keberanian, pengabdian, dan pengorbanan banyak generasi. Karena itu, museum tidak semestinya hanya dipandang sebagai tempat menyimpan benda-benda masa lalu, tetapi juga sebagai ruang pendidikan kebangsaan.

Kunjungan rombongan mahasiswa S2 dan S3 UNHAN RI yang dipimpin Kaprodi S3 UNHAN RI, Kolonel Laut Dr. Riduan, menjadi semakin bermakna karena dilanjutkan dengan kunjungan ke Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya. Dua tempat tersebut menghadirkan pesan sejarah yang kuat tentang perjalanan bangsa, perjuangan mempertahankan ideologi negara, serta pentingnya menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bagi mahasiswa pendidikan tinggi pertahanan, memahami sejarah bangsa memiliki dimensi yang sangat strategis. Seorang calon pemimpin tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik dan profesional, tetapi juga harus memiliki kesadaran sejarah dan wawasan kebangsaan. Dari sejarah, seseorang dapat belajar bahwa menjaga negara bukan hanya persoalan kekuatan fisik, melainkan juga menjaga ideologi, persatuan, karakter, dan nilai-nilai kebangsaan.

Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat, generasi muda menghadapi tantangan baru dalam memahami sejarah. Informasi sejarah dapat dengan mudah ditemukan melalui berbagai platform digital, tetapi tidak semuanya memiliki sumber dan konteks yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, pengalaman mengunjungi situs dan museum sejarah penting untuk membangun pemahaman yang lebih utuh serta mendorong generasi muda untuk mencari, membaca, dan mengkaji sejarah dari sumber yang terpercaya.

Sejarah juga mengajarkan bahwa kebesaran sebuah bangsa tidak hanya diukur dari kemajuan ekonominya, kekuatan militernya, atau kecanggihan teknologinya. Kebesaran bangsa juga tercermin dari kemampuan generasinya menghargai perjuangan para pendahulu dan meneruskan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan. Bangsa yang melupakan sejarah akan kehilangan sebagian dari identitasnya, sedangkan bangsa yang memahami sejarah memiliki bekal untuk menentukan arah masa depannya.

Karena itu, kunjungan mahasiswa UNHAN RI ke Satria Mandala dan Monumen Pancasila Sakti seharusnya tidak berhenti sebagai dokumentasi kegiatan. Lebih dari itu, pengalaman tersebut perlu menjadi bahan refleksi: apa yang dapat kita lakukan untuk menjaga Indonesia hari ini dan seperti apa Indonesia yang akan kita wariskan kepada generasi berikutnya. Setiap generasi memiliki bentuk perjuangannya sendiri, dan tantangan zaman boleh berubah, tetapi semangat mengabdi kepada bangsa harus tetap hidup.

Sebagai pribadi yang menerima dan menyaksikan kunjungan tersebut, tentu ada rasa bangga dan terhormat dapat menyambut para mahasiswa dan mahasiswi yang sedang menempuh pendidikan tinggi di bidang pertahanan. Semoga pengalaman melihat secara langsung berbagai peninggalan sejarah bangsa dapat memperkuat keyakinan bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang dibangun melalui perjuangan panjang. Semoga pula rasa cinta kepada tanah air semakin tumbuh, bukan hanya dalam kata-kata, tetapi diwujudkan melalui ilmu, pengabdian, integritas, dan karya nyata.

Pada akhirnya, Salam Sejarah bukan sekedar salam, melainkan ajakan untuk terus mengenali perjalanan bangsa. Kenali sejarahmu, cintai bangsamu, karena dari sejarah kita belajar tentang pengorbanan, dari perjuangan kita belajar tentang keteguhan, dan dari perjalanan bangsa kita menemukan alasan untuk terus menjaga Indonesia. Semoga setiap langkah generasi muda di tempat-tempat bersejarah menjadi langkah untuk semakin mencintai Indonesia dengan sepenuh jiwa dan raga.


Ditulis oleh: Bayu Kurnianto, S.Kom., M.T.I., CHRMP. (Dewan Pembina Bhumi Literasi Anak Bangsa)

×
Berita Terbaru Update