Ketua Umum Bhumi Literasi Anak Bangsa, Rizal Mutaqin, menyerukan kepada seluruh pengurus dan pegiat literasi agar tidak pernah berhenti membaca, menulis, berkarya, serta mengabdi kepada masyarakat. Pesan tersebut disampaikan sebagai bentuk penguatan semangat gerakan literasi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pada lahirnya tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi sesama.
“Teruslah membaca, teruslah menulis, teruslah berkarya, dan jangan pernah lelah mengabdi,” ujar Rizal Mutaqin dalam pesannya kepada keluarga besar Bhumi Literasi Anak Bangsa.
Menurut Rizal, membaca merupakan pintu awal bagi seseorang untuk memperluas wawasan dan memahami berbagai persoalan yang terjadi di sekitarnya. Dengan membaca, seseorang tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk melihat dunia dari berbagai perspektif dan membangun cara berpikir yang lebih terbuka.
Namun, pengetahuan yang diperoleh melalui membaca tidak seharusnya berhenti menjadi konsumsi pribadi. Rizal mendorong agar setiap pengetahuan yang dimiliki dapat dituangkan melalui tulisan. Menurutnya, menulis merupakan salah satu cara untuk mengabadikan gagasan, menyebarkan pengalaman, sekaligus memberikan inspirasi kepada orang lain.
“Literasi bukan sekedar tentang kata-kata, tetapi tentang bagaimana pengetahuan menjadi tindakan, dan tindakan menjadi manfaat bagi sesama,” tegas Rizal.
Ia menilai gerakan literasi akan memiliki dampak yang lebih besar apabila mampu menjembatani pengetahuan dengan persoalan nyata di tengah masyarakat. Karena itu, kegiatan membaca dan menulis perlu terus dikembangkan menjadi berbagai bentuk karya dan kegiatan yang memiliki nilai edukasi, pemberdayaan, serta manfaat sosial.
Rizal juga mengingatkan para pegiat literasi agar tidak mudah lelah ketika menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, membangun budaya literasi membutuhkan proses yang panjang, konsistensi, dan kesediaan untuk terus bergerak meskipun hasilnya tidak selalu dapat terlihat dalam waktu singkat.
Semangat tersebut menjadi bagian dalam perjalanan Bhumi Literasi Anak Bangsa dalam mengembangkan gerakan literasi berbasis komunitas. Organisasi tersebut mendorong pengurus dan anggotanya untuk menjadikan literasi sebagai ruang bertumbuh, berbagi pengetahuan, menghasilkan karya, sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Bagi Rizal, setiap tulisan dan karya yang lahir dari gerakan literasi memiliki potensi untuk menjadi jejak pengetahuan bagi generasi berikutnya. Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus Bhumi Literasi untuk tidak takut menuangkan gagasan dan pengalaman, sekalipun dimulai dari langkah kecil.
“Jangan pernah lelah mengabdi,” menjadi penekanan Rizal kepada seluruh pengurus Bhumi Literasi. Baginya, pengabdian merupakan bagian dari perjalanan literasi karena ilmu dan pengetahuan pada akhirnya harus mampu memberikan manfaat bagi orang lain.
Pesan tersebut sekaligus menjadi ajakan bagi generasi muda untuk menjadikan membaca, menulis, berkarya, dan mengabdi sebagai kebiasaan yang berjalan beriringan. Bhumi Literasi Anak Bangsa berharap semangat tersebut dapat terus tumbuh dari komunitas, menyebar ke berbagai daerah, dan menghadirkan gerakan literasi yang tidak hanya menghasilkan kata-kata, tetapi juga melahirkan perubahan nyata bagi masyarakat.
Ketum Bhumi Literasi Serukan Semangat Membaca, Menulis, Berkarya, dan Mengabdi
Admin
Wednesday, August 26, 2026 | August 26, 2026 WIB |
0 Views
Last Updated
2026-08-27T00:21:44Z
