Jakarta, Agustus 2026 – Museum Satria Mandala menerima kunjungan sebanyak 85 siswa SMA Presiden 2 Tanjung Lesung, Banten, dalam rangka kegiatan Sosialisasi Museum, Monumen, dan Perpustakaan TNI. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sejarah perjuangan bangsa dan peran TNI kepada generasi muda melalui pendekatan pembelajaran yang lebih dekat, menarik, dan edukatif.
Kunjungan para siswa tersebut diterima oleh Letkol Adm Prasetyo Hadi, Psc., M.Si. (Han)., M.Sc. (D&SS) selaku Kepala Bidang Museum, Monumen, dan Perpustakaan Pusat Sejarah TNI di Museum Satria Mandala, Jakarta. Kehadiran para pelajar di museum menjadi momentum penting dalam membangun kedekatan generasi muda dengan berbagai jejak sejarah bangsa yang tersimpan dan dilestarikan.
Kegiatan sosialisasi tersebut turut dihadiri dan didampingi oleh Kepala Sekolah SMA Presiden 2 Tanjung Lesung, Kolonel Purn. Drs. Joni Agusta, M.M. Kehadiran pihak sekolah menunjukkan komitmen bersama dalam memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya diperoleh melalui ruang kelas, tetapi juga secara langsung melalui pengenalan terhadap peninggalan dan perjalanan sejarah bangsa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari Wakil Kepala Pusat Sejarah TNI, Kolonel Laut (KH) Bayu Kurnianto, S.Kom., M.T.I., CHRMP. Dalam kesempatan tersebut, kegiatan kunjungan dan sosialisasi diharapkan dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk memahami arti penting sejarah sebagai bagian dari pembentukan karakter dan identitas kebangsaan.
Selanjutnya, para siswa mendapatkan pemaparan materi dari narasumber, Ibu Endah Budi Heryani, S.S., M.M. Materi yang disampaikan memberikan pemahaman mengenai keberadaan dan fungsi museum, monumen, serta perpustakaan TNI sebagai media untuk menyimpan, merawat, dan menyampaikan berbagai informasi penting mengenai perjalanan sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa diajak untuk mengenal lebih dekat perjalanan sejarah perjuangan bangsa sekaligus memahami berbagai nilai yang terkandung di dalamnya. Sejarah bukan sekedar kumpulan peristiwa masa lalu, tetapi merupakan bagian dari perjalanan panjang yang membentuk Indonesia hingga menjadi bangsa yang berdiri tegak seperti saat ini.
Nilai-nilai persatuan, semangat kebangsaan, pengamalan Pancasila, serta cinta tanah air menjadi bagian penting yang diperkenalkan kepada para peserta. Nilai-nilai tersebut tetap relevan untuk diterapkan oleh generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat dan dinamis.
Melalui sejarah, generasi muda dapat memahami siapa dirinya sebagai bagian dari bangsa Indonesia, bagaimana bangsa ini dibangun melalui perjuangan panjang, serta nilai-nilai apa yang harus terus dijaga dan diwariskan. Pemahaman terhadap sejarah diharapkan dapat memperkuat rasa memiliki terhadap bangsa sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk turut menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kegiatan kunjungan ke Museum Satria Mandala juga menjadi bukti bahwa belajar sejarah tidak harus selalu dilakukan melalui buku dan ruang kelas. Museum dapat menjadi ruang pembelajaran yang hidup, tempat generasi muda melihat secara langsung berbagai bukti perjalanan bangsa dan menemukan cerita-cerita perjuangan yang dapat memberikan inspirasi serta menumbuhkan kebanggaan terhadap Indonesia.
Bagi mereka yang menganggap sejarah sebagai sesuatu yang membosankan, mungkin belum menemukan cara yang tepat untuk menikmatinya. Melalui satu kunjungan ke museum, dapat tumbuh pemahaman baru tentang arti perjuangan, pengorbanan, dan kebangsaan. Dari rasa ingin tahu yang sederhana, dapat tumbuh rasa bangga yang besar terhadap Indonesia. Salam Sejarah, Kenali Sejarahmu, Cintai Bangsamu.
.jpg)

.jpg)
.jpg)