Lampung Utara — Semangat menumbuhkan budaya literasi terus digelorakan di tengah masyarakat Desa Madukoro, Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung. Salah satu komunitas yang aktif menggerakkan kegiatan tersebut adalah Taman Baca Masyarakat (TBM) Fandin yang hadir sebagai ruang belajar dan membaca bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja.
TBM Fandin yang beralamat di Jalan Yos Sudarso Km. 08, Madukoro, Kecamatan Kotabumi Utara, dikelola oleh Wakil Ketua DPC Bhumi Literasi Anak Bangsa Lampura, Binti Marhamah, S.Pd., bersama tim kecilnya. Kehadiran TBM ini menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan membaca sekaligus menyediakan ruang alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh pengetahuan di luar pendidikan formal.
Geliat kegiatan di TBM Fandin menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Jumlah anak-anak dan remaja di sekitar wilayah Madukoro yang datang untuk membaca buku terus mengalami peningkatan. Aktivitas tersebut semakin terlihat ketika warga belajar Paket A, Paket B, dan Paket C melaksanakan pembelajaran secara luring di PKBM Fandin Learning Center.
Tidak hanya menyediakan buku untuk dibaca atau dipinjam, TBM Fandin juga mengembangkan sejumlah kegiatan pendukung. Di antaranya bimbingan belajar serta kegiatan dasar membaca dan menulis bagi anak-anak disabilitas yang tergabung dalam kelas Disabilitas. Berbagai kegiatan tersebut menjadikan TBM Fandin tidak sekedar sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang belajar yang inklusif bagi masyarakat.
Keberadaan TBM Fandin juga memberikan dampak positif terhadap kebiasaan anak-anak dalam menggunakan waktu luang. Kegiatan membaca dan belajar menjadi salah satu alternatif yang membantu mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan gawai atau gadget. Anak-anak didorong untuk memanfaatkan waktu dengan aktivitas yang lebih produktif, edukatif, dan dapat meningkatkan kemampuan mereka.
Meski menunjukkan perkembangan positif, TBM Fandin masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan koleksi buku, baik dari sisi jumlah maupun variasi. TBM masih membutuhkan buku penunjang kurikulum sekolah terbaru, buku keterampilan praktis bagi warga belajar dewasa, serta buku-buku motivasi yang relevan bagi warga belajar yang sebagian memiliki pengalaman kurang baik dalam pendidikan formal.
Selain koleksi buku, kondisi sarana dan prasarana juga masih membutuhkan perhatian. Ruang baca TBM Fandin memerlukan rak buku yang lebih layak, meja baca untuk anak, karpet atau alas baca, serta peningkatan sirkulasi udara agar kegiatan membaca dan belajar dapat berlangsung lebih nyaman. Keterbatasan pendanaan menjadi salah satu faktor yang membuat pengembangan fasilitas dan penyelenggaraan kegiatan literasi berskala lebih besar belum dapat dilakukan secara optimal.
Untuk menjaga keberlanjutan gerakan literasi, pengelola TBM Fandin berharap adanya dukungan dari berbagai pihak. Donasi buku berkualitas dan edukatif dari masyarakat, donatur, komunitas literasi maupun dinas terkait sangat dibutuhkan untuk memperkaya bahan bacaan. Dukungan berupa pembinaan dan kemitraan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Lampung Utara serta pemerintah desa dan kecamatan juga diharapkan dapat memperkuat keberadaan TBM.
Partisipasi masyarakat, terutama para orang tua, juga dinilai memiliki peran penting dalam keberhasilan gerakan literasi. Kesadaran orang tua untuk mengajak anak-anak memanfaatkan fasilitas TBM diharapkan semakin tumbuh. Dengan keterlibatan bersama antara pengelola, keluarga, masyarakat, pemerintah, komunitas, dan berbagai pihak lainnya, TBM Fandin berpeluang berkembang menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak.
Geliat TBM Fandin di Desa Madukoro menjadi gambaran bahwa gerakan literasi dapat tumbuh dari langkah sederhana di tingkat masyarakat. Di tengah berbagai keterbatasan, semangat pengelola dan warga untuk menyediakan ruang membaca dan belajar patut mendapat apresiasi. Ke depan, kolaborasi berbagai pihak diharapkan mampu memperkuat eksistensi TBM Fandin sekaligus mendorong tumbuhnya generasi muda yang gemar membaca, memiliki keterampilan, dan terus haus akan pengetahuan demi kemajuan Lampung Utara dan Indonesia.