-->
  • Jelajahi

    Copyright © Bhumi Literasi Anak Bangsa
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Profil

    Hidup Jauh dari Rumah Membuat Saya Paham Pentingnya Ketahanan Pangan

    Bhumi Literasi
    Friday, May 29, 2026, May 29, 2026 WIB Last Updated 2026-06-02T01:14:44Z


    Hampir satu dekade saya tinggal di ujung timur Indonesia, tepatnya di Papua Barat. Jauh dari rumah, keluarga, dan segala kenyamanan yang dulu terasa biasa, perlahan mengajarkan saya banyak hal tentang kehidupan. Di tanah rantau, saya belajar bahwa bertahan hidup bukan hanya tentang memiliki pekerjaan atau penghasilan, tetapi juga tentang bagaimana memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri. Dari situlah saya mulai memahami bahwa ketahanan pangan sebenarnya dimulai dari hal-hal sederhana di sekitar rumah.

    Saat tinggal jauh dari kampung halaman, saya merasakan sendiri bagaimana akses terhadap bahan pangan kadang tidak selalu mudah. Ada masa ketika harga kebutuhan pokok melonjak tinggi, distribusi terlambat, atau pilihan bahan makanan sangat terbatas. Kondisi seperti itu membuka mata saya bahwa ketahanan pangan bukan sekedar isu pemerintah atau petani, melainkan persoalan setiap keluarga. Rumah tangga yang mampu mengelola pangan dengan baik akan lebih siap menghadapi situasi sulit dibanding mereka yang sepenuhnya bergantung pada keadaan luar.

    Pengalaman hidup di Papua Barat juga membuat saya melihat betapa berharganya kemampuan menanam dan memanfaatkan lahan sekecil apa pun. Banyak masyarakat di sana yang terbiasa hidup berdampingan dengan alam. Mereka menanam sayur, memelihara tanaman pangan, dan memanfaatkan hasil kebun untuk kebutuhan sehari-hari. Dari kebiasaan sederhana itu, saya belajar bahwa ketahanan pangan tidak selalu identik dengan lahan luas atau teknologi besar. Bahkan dari pekarangan kecil, seseorang bisa mulai membangun kemandirian pangan bagi keluarganya.

    Di tengah kehidupan modern, terutama di kota besar, banyak orang mulai kehilangan kedekatan dengan proses hadirnya makanan di meja makan. Kita terbiasa membeli tanpa pernah berpikir bagaimana jika suatu hari pasokan terganggu. Padahal, menanam cabai di pot, memelihara tanaman konsumsi, atau sekedar membiasakan hidup hemat pangan adalah langkah kecil yang memiliki dampak besar. Ketahanan pangan sejatinya bukan hanya tentang persediaan makanan, tetapi juga tentang kesadaran untuk tidak terlalu bergantung dan mulai menghargai proses bertahan hidup.

    Kini saya memahami bahwa hidup jauh dari rumah bukan hanya perjalanan mencari nafkah, tetapi juga perjalanan memahami makna kehidupan. Papua Barat mengajarkan saya bahwa manusia harus selalu siap bertahan dalam berbagai keadaan. Dan salah satu bentuk kesiapan itu adalah membangun ketahanan pangan dari rumah sendiri. Sebab ketika sebuah keluarga mampu menjaga pangannya, di situlah sebenarnya harapan dan ketenangan bisa tumbuh.


    Penulis: Prasetyo Budhi Setiawan, S.Psi. (Pgs. Sekretaris Umum Bhumi Literasi Anak Bangsa)
    Komentar

    Tampilkan