-->
  • Jelajahi

    Copyright © Bhumi Literasi Anak Bangsa
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Profil

    Ketahanan Informasi Nasional dan Krisis Kepercayaan di Era Digital

    Bhumi Literasi
    Thursday, May 28, 2026, May 28, 2026 WIB Last Updated 2026-05-29T01:13:53Z

     


    Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh, menyebarkan, dan memaknai informasi. Di Indonesia, media sosial kini menjadi ruang utama pertukaran opini publik, terutama bagi generasi muda. Namun, derasnya arus informasi tidak selalu diiringi dengan kualitas dan kebenaran yang memadai. Hoaks, propaganda digital, ujaran kebencian, hingga manipulasi opini publik menjadi tantangan serius yang dapat mengganggu stabilitas sosial dan persatuan nasional. Dalam kondisi seperti ini, ketahanan informasi nasional menjadi isu yang sangat penting untuk diperkuat.

    Krisis kepercayaan menjadi dampak nyata dari lemahnya ketahanan informasi di era digital. Masyarakat semakin sulit membedakan antara fakta dan manipulasi karena informasi tersebar begitu cepat tanpa proses verifikasi yang memadai. Tidak sedikit masyarakat yang akhirnya kehilangan kepercayaan terhadap media, institusi pemerintah, bahkan sesama warga akibat maraknya disinformasi. Situasi ini berbahaya karena dapat menciptakan polarisasi sosial, memperbesar konflik, serta melemahkan rasa kebangsaan. Ketika kepercayaan publik runtuh, maka stabilitas nasional juga ikut terancam.

    Gen Z menjadi kelompok yang paling dekat dengan dinamika digital tersebut. Sebagai generasi yang lahir dan tumbuh bersama internet, mereka memiliki akses informasi yang sangat luas sekaligus rentan terhadap paparan konten negatif. Di sisi lain, Gen-Z juga memiliki potensi besar menjadi agen penguatan ketahanan informasi nasional. Kemampuan adaptasi teknologi, kreativitas digital, dan pengaruh mereka di media sosial dapat menjadi kekuatan positif apabila diarahkan pada pengembangan literasi digital, budaya kritis, dan etika bermedia. Oleh sebab itu, pendidikan literasi digital tidak lagi sekedar kebutuhan tambahan, melainkan bagian dari pembangunan karakter bangsa.

    Pemerintah, lembaga pendidikan, media, dan masyarakat harus bekerja sama membangun ekosistem informasi yang sehat. Upaya penegakan hukum terhadap penyebaran hoaks perlu diimbangi dengan edukasi publik yang berkelanjutan. Sekolah dan perguruan tinggi juga perlu menanamkan kemampuan berpikir kritis agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan. Selain itu, media massa harus tetap menjaga independensi dan kredibilitasnya sebagai sumber informasi yang terpercaya di tengah persaingan konten digital yang semakin tidak terkendali.

    Ketahanan informasi nasional bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang membangun kesadaran kolektif untuk menjaga persatuan dan kepercayaan sosial. Era digital memang menghadirkan tantangan yang kompleks, tetapi juga membuka peluang besar bagi bangsa Indonesia untuk menciptakan masyarakat yang lebih cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan informasi. Dengan memperkuat literasi digital dan budaya verifikasi, Indonesia dapat menghadapi krisis kepercayaan sekaligus membangun ketahanan nasional yang kokoh di tengah arus informasi global yang terus berkembang. 


    Penulis: Prasetyo Budhi Setiawan, S.Psi. (Pgs. Sekretaris Umum / Kabid Program dan Kegiatan Literasi DPP Bhumi Literasi Anak Bangsa)

    Komentar

    Tampilkan