Bhumi Literasi Anak Bangsa tengah mengkaji penetapan dua tanggal penting yang akan menjadi bagian dari sejarah dan identitas organisasi. Kedua tanggal tersebut adalah 11 Mei sebagai Hari Lahir Bhumi Literasi Anak Bangsa dan 1 September sebagai Hari Organisasi Bhumi Literasi Anak Bangsa.
Kajian tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mendokumentasikan perjalanan organisasi secara lebih sistematis sekaligus memperkuat nilai-nilai sejarah yang telah menjadi fondasi gerakan literasi ini sejak awal berdiri. Penetapan hari bersejarah dinilai penting untuk menjaga kesinambungan memori organisasi bagi generasi pengurus dan anggota di masa mendatang.
Tanggal 11 Mei dipilih karena memiliki nilai historis yang sangat kuat. Pada tanggal tersebut, Bhumi Literasi Anak Bangsa lahir sebagai sebuah komunitas literasi yang didirikan oleh Rizal Mutaqin dan Dwi Shinta Dharmopadni pada tahun 2022. Hari itu menjadi titik awal perjalanan sebuah gerakan literasi yang berangkat dari lingkungan keluarga dan kemudian berkembang menjadi organisasi berskala nasional.
Sementara itu, tanggal 1 September dipertimbangkan sebagai Hari Organisasi Bhumi Literasi Anak Bangsa karena bertepatan dengan dilaksanakannya Musyawarah Nasional Bhumi Literasi Anak Bangsa di Jakarta untuk menindaklanjuti diterbitkannya Surat Keputusan pendirian Komunitas Bhumi Literasi Anak Bangsa di bawah naungan PT Bhumi Literasi Anak Bangsa pada tahun 2025. Momentum tersebut menandai lahirnya struktur organisasi yang lebih tertata dan memiliki kepengurusan nasional.
Melalui kajian yang sedang berlangsung, organisasi berupaya memastikan bahwa kedua tanggal tersebut memiliki dasar historis, filosofis, dan organisatoris yang kuat. Selain itu, berbagai dokumen pendukung dan catatan perjalanan organisasi juga sedang ditelaah sebagai bagian dari proses penyusunan rekomendasi.
Sejumlah pengurus menilai bahwa pemisahan antara Hari Lahir dan Hari Organisasi merupakan langkah yang tepat. Hari Lahir akan menjadi momentum untuk mengenang awal berdirinya gerakan literasi, sedangkan Hari Organisasi menjadi simbol penguatan tata kelola, kaderisasi, dan pengembangan kelembagaan.
Apabila nantinya disahkan, peringatan Hari Lahir Bhumi Literasi Anak Bangsa setiap 11 Mei dapat diisi dengan berbagai kegiatan literasi, peluncuran buku, refleksi perjalanan organisasi, serta pemberian apresiasi kepada para penulis dan pegiat literasi yang berkontribusi terhadap perkembangan organisasi.
Di sisi lain, peringatan Hari Organisasi setiap 1 September dapat menjadi momentum evaluasi program kerja, penguatan jaringan kepengurusan, konsolidasi nasional, serta penyusunan strategi organisasi untuk menghadapi tantangan dan peluang di masa depan.
Proses kajian yang sedang dilakukan juga diharapkan dapat melibatkan berbagai unsur organisasi, mulai dari Dewan Pembina, Dewan Pengawas, Dewan Pengurus Pusat, hingga pengurus wilayah dan cabang. Dengan demikian, keputusan yang dihasilkan nantinya menjadi keputusan bersama yang memiliki legitimasi dan dukungan luas.
Bhumi Literasi Anak Bangsa berharap penetapan kedua tanggal bersejarah tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat semangat literasi, menjaga warisan sejarah organisasi, serta meneguhkan komitmen dalam mewujudkan visi besar gerakan literasi dari keluarga untuk bangsa.


