-->
  • Jelajahi

    Copyright © Bhumi Literasi Anak Bangsa
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Profil

    Bhumi Literasi Anak Bangsa Siapkan Buku Bertema Ketahanan Informasi Nasional untuk Gen-Z

    Bhumi Literasi
    Monday, June 8, 2026, June 08, 2026 WIB Last Updated 2026-06-10T04:15:01Z

     


    Dewan Pengurus Pusat (DPP) Bhumi Literasi Anak Bangsa menggelar diskusi daring pada Senin, 8 Juni 2026, pukul 20.00 WIB. Kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk menindaklanjuti hasil Ruang Opini Khusus DPP edisi perdana yang mengangkat tema “Ketahanan Informasi Nasional pada Segmen Gen-Z di Indonesia”. Diskusi berlangsung secara virtual dengan melibatkan jajaran pengurus inti dan ketua bidang di lingkungan pengurus pusat.

    Pertemuan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Bhumi Literasi Anak Bangsa, Rizal Mutaqin, S.Kom., M.Sc. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pgs. Sekretaris Umum sekaligus Ketua Bidang Program dan Kegiatan Literasi DPP, Prasetyo Budhi Setiawan, S.Psi., Pgs. Bendahara Umum sekaligus Ketua Bidang Sosial dan Pengabdian Masyarakat DPP, Irma Putri Farahani, S.Psi., Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan DPP, Mahendra Bhirawa, S.E., S.H., M.Sc., serta Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan DPP, Aan Fatwa Setiawan, S.Psi., M.Sc.

    Dalam diskusi tersebut, para peserta menyoroti pentingnya isu ketahanan informasi nasional di tengah derasnya arus informasi digital yang setiap hari dikonsumsi oleh generasi muda. Segmen Generasi Z dinilai sebagai kelompok yang paling aktif berinteraksi dengan berbagai platform digital, sehingga memiliki peran penting dalam menjaga kualitas informasi dan ketahanan bangsa di ruang siber.

    Para pengurus menilai bahwa tantangan yang dihadapi Gen-Z saat ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengakses informasi, tetapi juga kemampuan memilah, memverifikasi, dan memahami informasi secara kritis. Fenomena hoaks, disinformasi, manipulasi opini, hingga banjir informasi menjadi tantangan nyata yang memerlukan pendekatan edukatif dan literatif yang lebih efektif.

    Sebagai tindak lanjut konkret dari Ruang Opini Khusus DPP, forum menyepakati untuk mengembangkan sebuah buku yang mengangkat tema ketahanan informasi nasional dengan sasaran utama pembaca dari kalangan generasi muda. Buku tersebut diharapkan menjadi media edukasi yang mampu menjembatani konsep-konsep strategis dengan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat luas.

    Berbeda dengan buku akademik yang cenderung formal, karya yang akan disusun ini dirancang menggunakan genre santai. Pendekatan tersebut dipilih agar pesan-pesan penting mengenai literasi digital, keamanan informasi, serta tanggung jawab bermedia dapat diterima dengan lebih baik oleh generasi muda tanpa mengurangi substansi yang ingin disampaikan.

    Dalam pembahasannya, para peserta diskusi juga menekankan bahwa ketahanan informasi nasional bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau institusi tertentu, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Generasi Z sebagai digital native memiliki posisi strategis untuk menjadi agen literasi dan penyebar informasi yang sehat di lingkungan masing-masing.

    Selain membahas konsep buku, forum juga mengulas berbagai gagasan terkait struktur penulisan, pendekatan komunikasi, serta materi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari Gen-Z. Beberapa topik yang diusulkan antara lain budaya bermedia sosial yang sehat, cara mengenali informasi palsu, keamanan data pribadi, etika digital, serta peran generasi muda dalam menjaga persatuan bangsa melalui ruang digital.

    Ketua Umum Bhumi Literasi Anak Bangsa, Rizal Mutaqin, menyampaikan bahwa buku tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bahan bacaan, tetapi juga menjadi sarana peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ketahanan informasi nasional. Menurutnya, literasi yang kuat akan membantu generasi muda menghadapi berbagai tantangan informasi yang semakin kompleks di era digital.

    Melalui diskusi ini, DPP Bhumi Literasi Anak Bangsa menunjukkan komitmennya dalam mendorong gerakan literasi yang relevan dengan perkembangan zaman. Rencana penyusunan buku bertema “Ketahanan Informasi Nasional pada Segmen Gen-Z di Indonesia” diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata organisasi dalam membangun generasi muda yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan informasi demi kemajuan bangsa.

    Komentar

    Tampilkan