Palangka Raya – Semangat literasi kembali ditunjukkan oleh insan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Tengah. Pegawai Tim Humas, Reformasi Birokrasi, dan Protokol, Ghani Mutaqin, menyerahkan dua novel karyanya yang berjudul Janji yang Tak Pernah Padam dan Perjalanan yang Tidak Ada dalam Mimpiku kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Tengah, Hajrianor, di ruang kerja Kepala Kantor Wilayah, Senin (15/6/2026).
Penyerahan dua karya sastra tersebut menjadi momen istimewa yang menunjukkan bahwa aparatur sipil negara tidak hanya berperan dalam pelayanan publik, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan literasi dan dunia kepenulisan.
Kedua novel karya Ghani Mutaqin lahir dari refleksi perjalanan hidup, pengalaman pribadi, serta berbagai pelajaran yang diperoleh selama menjalani kehidupan dan pengabdian sebagai aparatur sipil negara. Melalui karya tersebut, penulis berusaha menghadirkan nilai-nilai kehidupan yang relevan bagi pembaca.
Novel Janji yang Tak Pernah Padam dan Perjalanan yang Tidak Ada dalam Mimpiku mengangkat pesan tentang arti perjuangan, harapan, serta keberanian untuk terus melangkah meskipun kenyataan hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan rencana yang diharapkan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Tengah, Hajrianor, memberikan apresiasi atas lahirnya karya literasi dari salah satu pegawai di lingkungan Kanwil Kemenkum Kalteng. Menurutnya, produktivitas intelektual seperti menulis buku merupakan bentuk pengembangan diri yang patut didukung.
"Menulis buku bukanlah hal yang mudah karena membutuhkan ketekunan, kepekaan, dan konsistensi. Semoga kedua novel ini dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk terus belajar, berkarya, dan berani mewujudkan mimpinya," ujar Hajrianor.
Ia juga menegaskan bahwa ASN tidak hanya dituntut profesional dalam menjalankan tugas kedinasan, tetapi juga perlu terus mengembangkan potensi diri dan memberikan kontribusi positif melalui berbagai karya dan inovasi sesuai bidang yang diminati.
Sementara itu, Ghani Mutaqin mengungkapkan rasa syukur atas dukungan dan apresiasi yang diberikan oleh pimpinan. Baginya, karya sastra tidak sekedar menjadi pencapaian pribadi, melainkan juga sarana berbagi pengalaman dan nilai-nilai kehidupan kepada masyarakat.
Ghani berharap kedua novel tersebut dapat memotivasi generasi muda maupun rekan-rekan ASN untuk terus menumbuhkan budaya literasi, memperluas wawasan, serta tidak takut bermimpi dan berkarya demi memberikan manfaat yang lebih luas.
Penyerahan dua novel ini menjadi bukti bahwa di balik rutinitas pelayanan publik, insan Kementerian Hukum tetap memiliki semangat berkarya dan kreativitas yang terus menyala. Melalui literasi, ide dan pengalaman dapat diabadikan menjadi karya yang menginspirasi sekaligus memperkuat budaya belajar dan pengembangan diri di lingkungan pemerintahan.

