-->
  • Jelajahi

    Copyright © Bhumi Literasi Anak Bangsa
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Profil

    Rizal Mutaqin Ajak Masyarakat Indonesia Menulis, Bangun Peradaban Literasi dari Akar Rumput

    Bhumi Literasi
    Tuesday, June 16, 2026, June 16, 2026 WIB Last Updated 2026-06-16T10:54:25Z


    Gerakan literasi di Indonesia terus berkembang berkat kontribusi berbagai komunitas dan pegiat literasi. Salah satu tokoh yang aktif mengampanyekan budaya menulis adalah Rizal Mutaqin, Ketua Umum Bhumi Literasi Anak Bangsa. Melalui berbagai kegiatan literasi, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan menulis sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

    Menurut Rizal Mutaqin, menulis bukan hanya aktivitas akademik atau profesi tertentu, melainkan keterampilan yang dapat dipelajari oleh siapa saja. Ia meyakini bahwa setiap orang memiliki pengalaman, pengetahuan, dan gagasan yang layak untuk dibagikan melalui tulisan.

    Dalam berbagai kesempatan, Rizal menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu mendokumentasikan pemikiran dan pengalaman warganya. Karena itu, budaya menulis perlu ditanamkan sejak dini, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

    Sebagai Ketua Umum Bhumi Literasi Anak Bangsa, Rizal aktif mendorong lahirnya penulis-penulis baru dari berbagai latar belakang. Mulai dari pelajar, mahasiswa, guru, aparatur sipil negara, hingga masyarakat umum didorong untuk berani menulis dan menerbitkan karya.

    Menurutnya, menulis merupakan cara efektif untuk mengabadikan gagasan serta mewariskan ilmu pengetahuan kepada generasi mendatang. Sebuah tulisan yang baik dapat melampaui ruang dan waktu, memberikan manfaat bahkan setelah penulisnya tiada.

    Rizal juga menilai bahwa perkembangan teknologi digital saat ini membuka peluang besar bagi masyarakat untuk berkarya. Kehadiran media sosial dan platform digital membuat proses menulis dan menyebarluaskan karya menjadi semakin mudah.

    Melalui gerakan literasi yang dibangun Bhumi Literasi Anak Bangsa, berbagai program pelatihan menulis, diskusi buku, dan pendampingan penulis pemula terus digalakkan. Program-program tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat baca dan menulis masyarakat Indonesia.

    Ia mengajak masyarakat untuk menghilangkan anggapan bahwa menulis hanya untuk orang yang berbakat. Menurutnya, kemampuan menulis lahir dari kebiasaan, latihan yang konsisten, serta keberanian untuk memulai.

    Rizal berharap semakin banyak masyarakat Indonesia yang terdorong untuk menuliskan ide, pengalaman, dan pengetahuan mereka. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi bangsa pembaca, tetapi juga bangsa penulis yang produktif.

    Gerakan menulis yang digaungkan Rizal Mutaqin dan Bhumi Literasi Anak Bangsa menjadi salah satu upaya nyata dalam membangun ekosistem literasi nasional. Dari tulisan-tulisan sederhana yang lahir dari masyarakat, peradaban yang lebih maju dan berpengetahuan diyakini dapat tumbuh dan berkembang.
    Komentar

    Tampilkan