Bima – Ketua DPW Bhumi Literasi Anak Bangsa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Rizqi Munandhar, mengajak seluruh masyarakat NTB untuk mulai membiasakan diri menulis sebagai bagian dari upaya membangun peradaban literasi yang kuat dan berkelanjutan.
Ajakan tersebut sejalan dengan semangat gerakan literasi yang terus dikembangkan Bhumi Literasi Anak Bangsa di berbagai daerah. Menurut Rizqi Munandhar, menulis bukan hanya aktivitas akademik, tetapi juga sarana untuk mendokumentasikan gagasan, pengalaman, dan pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Rizqi menegaskan bahwa setiap orang memiliki potensi untuk menjadi penulis. Ia meyakini bahwa kemampuan menulis bukanlah bakat bawaan semata, melainkan keterampilan yang dapat dipelajari dan dilatih secara konsisten.
Semangat tersebut sejalan dengan arahan Ketua Umum Bhumi Literasi Anak Bangsa, Rizal Mutaqin, yang selama ini aktif mendorong lahirnya penulis-penulis baru dari berbagai kalangan. Gagasan tersebut juga tertuang dalam buku yang berjudul "Semua Orang Bisa Menulis Buku" yang menginspirasi masyarakat agar berani untuk mulai berkarya.
Melalui buku tersebut, Rizal Mutaqin menekankan bahwa menulis buku bukanlah sesuatu yang eksklusif bagi akademisi atau penulis profesional. Dengan niat, ketekunan, dan pendampingan yang tepat, siapa pun dapat menghasilkan karya yang bernilai bagi bangsa.
Ajakan untuk menulis ini relevan dengan kondisi literasi di era digital saat ini. Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat tidak hanya dituntut menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen pengetahuan melalui karya tulis yang berkualitas.
Gerakan literasi yang dikembangkan Bhumi Literasi Anak Bangsa juga mendorong lahirnya budaya berbagi ilmu dan pengalaman melalui buku, artikel, maupun media digital. Dengan demikian, masyarakat dapat berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Sebagai Ketua DPW NTB, Rizqi Munandhar berharap semakin banyak masyarakat NTB yang berani menuangkan ide dan gagasannya ke dalam tulisan. Menurutnya, setiap individu memiliki cerita dan pengetahuan yang layak diwariskan kepada generasi mendatang.
Sebelumnya, Rizqi Munandhar diketahui aktif dalam berbagai kegiatan literasi dan kepenulisan di lingkungan Bhumi Literasi Anak Bangsa, termasuk sebagai moderator dan penggerak literasi di NTB. Ia juga pernah mendapat dorongan dari organisasi untuk menghasilkan karya tulis berkualitas sebagai representasi literasi daerah.
Dengan semangat "semua orang bisa menulis", Bhumi Literasi Anak Bangsa optimistis budaya menulis akan semakin berkembang di Nusa Tenggara Barat. Gerakan ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak penulis yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan literasi Indonesia.

