-->
  • Jelajahi

    Copyright © Bhumi Literasi Anak Bangsa
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Profil

    Peran Ketahanan Pangan Keluarga Dalam Mengentaskan Stunting dan Gizi Buruk

    Bhumi Literasi
    Saturday, June 6, 2026, June 06, 2026 WIB Last Updated 2026-06-07T06:50:41Z

     


    Ketahanan pangan adalah pondasi utama dalam mengentaskan stunting dan gizi buruk. Sistem pangan yang tangguh menjamin ketersediaan, keterjangkauan, pemanfaatan, dan stabilitas asupan nutrisi. Ini memastikan ibu hamil dan balita mendapatkan makronutrien dan mikronutrien penting, mencegah gangguan pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak sejak dini. Ketahanan pangan pada tingkat rumah tangga dapat secara langsung diindikasikan dipengaruhi dari faktor-faktor seperti ketersediaan, akses kebutuhan, pemanfaatan pangan dan stabilitas pangan. Keempat faktor tersebut harus saling mendukung, jika terdapat gangguan dari keempat faktor tersebut hal ini akan menyebabkan ketahanan pangan dalam suatu keluarga menjadi terhambat.

    Dengan adanya ketahanan pangan dalam suatu keluarga yang dimana hal tersebut dapat memenuhi kebutuhan gizi baik untuk Ibu hamil dan Balita dalam memenuhi angka kecukupan gizi harian. Dalam perkembangan masa pertumbuhan yang sering kita kenal 1000 hari pertama kehidupan, periode ini sangatlah krusial dalam menentukan tumbuh kembang fisik,kecerdasan dan sistem kekebalan tubuh yang tidak dapat diulang pada masa kehidupan berikutnya. Hal ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan suatu rumah tangga harus terpenuhi bagi setiap rumah tangga. Mutu pangan yang tidak tercukupi dapat mempengaruhi besarnya risiko kejadian penyakit kronis seperti stunting dan juga penyakit infeksi dan mempengaruhi tumbuh kembang

    Stunting merupakan suatu keterlambatan pertumbuhan akibat defisiensi zat gizi kronis serta infeksi berulang, terutama di masa emas pertumbuhannya yaitu 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Keadaan gizi yang tidak terpenuhi dan ketidakmampuan sebuah rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan pangannya secara menyeluruh akan menurunkan dalam menjalani pertumbuhan dan perkembangannya menjadi kurang produktif dan optimal.

    Sayangnya, masih banyak keluarga yang menganggap kebutuhan pangan hanya sebatas memenuhi rasa kenyang. Akibatnya, pola konsumsi sehari-hari sering kali didominasi oleh makanan tinggi karbohidrat tanpa diimbangi protein, sayur, dan buah. Padahal, stunting terjadi bukan karena anak kurang makan dalam waktu singkat, melainkan akibat kekurangan gizi yang berlangsung dalam jangka panjang. Oleh karena itu, pemahaman mengenai pentingnya gizi seimbang perlu menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga.

    Selain kualitas makanan, kestabilan ketersediaan pangan di rumah juga memegang peranan penting. Keluarga yang memiliki sumber pangan yang terjamin akan lebih mudah memenuhi kebutuhan gizi anggota keluarganya, terutama ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang merupakan kelompok paling rentan terhadap masalah gizi. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayuran, buah-buahan, atau tanaman pangan lainnya. Selain membantu mengurangi pengeluaran, cara ini juga dapat meningkatkan akses keluarga terhadap bahan makanan segar dan bergizi.

    Di sisi lain, faktor ekonomi sering kali menjadi tantangan dalam mewujudkan ketahanan pangan rumah tangga. Namun demikian, keterbatasan ekonomi tidak selalu menjadi penghalang untuk menyediakan makanan bergizi. Banyak sumber protein dan nutrisi lokal yang relatif terjangkau, seperti telur, ikan, tempe, tahu, serta berbagai jenis sayuran yang mudah diperoleh. Pencegahan stunting dan gizi buruk sejatinya harus dimulai dari lingkungan keluarga. Ketika setiap rumah tangga mampu menjaga ketahanan pangannya, maka kebutuhan gizi anak dapat terpenuhi sejak dini.

    Pada akhirnya, ketahanan pangan rumah tangga merupakan fondasi penting dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Jika setiap keluarga mampu menyediakan pangan yang cukup, bergizi, dan berkelanjutan, maka upaya pencegahan stunting dan gizi buruk akan lebih efektif. Dengan kata lain, rumah yang memiliki ketahanan pangan yang baik adalah langkah awal menuju Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas.



    Penulis: Irma Putri Farahani, S,Psi (Kabid Sosial dan Pengabdian Masyarakat DPP)

    Komentar

    Tampilkan