-->
  • Jelajahi

    Copyright © Bhumi Literasi Anak Bangsa
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Profil

    Semua Orang Bisa Menulis Buku, Rizal Mutaqin Ajak Masyarakat Berani Menjadi Penulis

    Bhumi Literasi
    Wednesday, June 10, 2026, June 10, 2026 WIB Last Updated 2026-06-11T06:55:38Z

     


    Di tengah masih rendahnya minat literasi di Indonesia, Ketua Umum Bhumi Literasi Anak Bangsa, Rizal Mutaqin, mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap dunia kepenulisan. Menurutnya, menulis buku bukanlah kemampuan eksklusif yang hanya dimiliki oleh kalangan akademisi, sastrawan, atau mereka yang memiliki bakat istimewa.

    Rizal menegaskan bahwa setiap orang sesungguhnya memiliki cerita, pengalaman, serta gagasan yang layak untuk dibagikan kepada orang lain melalui tulisan. Ia menilai, hambatan terbesar yang membuat banyak orang tidak pernah memulai menulis bukanlah kurangnya kemampuan, melainkan rasa takut terhadap kesalahan dan penilaian orang lain.

    "Semua orang bisa menulis buku. Yang sering menjadi penghalang adalah ketakutan untuk memulai. Takut salah, takut dianggap tidak mampu, atau merasa kisah hidupnya tidak cukup penting untuk ditulis,"
    ujarnya.

    Menurut Rizal, pengalaman hidup yang sederhana justru sering kali menjadi sumber inspirasi yang paling dekat dengan pembaca. Kisah seorang ibu, guru, pedagang, prajurit, petani, hingga pegawai kantoran memiliki nilai dan pelajaran yang dapat memberikan manfaat bagi banyak orang apabila dituangkan dalam bentuk tulisan.

    Melalui Bhumi Literasi Anak Bangsa, Rizal selama ini aktif mendampingi para penulis pemula dari berbagai latar belakang. Ia menyaksikan banyak orang yang awalnya tidak percaya diri, namun akhirnya berhasil menyelesaikan naskah hingga diterbitkan menjadi buku.

    Pendampingan tersebut dilakukan dengan pendekatan yang membumi dan tidak menghakimi. Para peserta diajak untuk memulai dari langkah kecil, seperti menulis beberapa paragraf setiap hari, tanpa dibebani tuntutan untuk menghasilkan tulisan yang sempurna.

    Rizal juga menekankan pentingnya membangun kebiasaan menulis secara konsisten. Menurutnya, menulis selama sepuluh menit setiap hari akan jauh lebih efektif dibandingkan menunggu waktu luang yang belum tentu datang. Dari kebiasaan kecil itulah sebuah buku dapat lahir secara bertahap.

    Lebih dari sekedar keterampilan, Rizal memandang menulis sebagai sarana mengenal diri, menata pikiran, serta meninggalkan jejak kebaikan. Tulisan dapat menjadi warisan berharga bagi anak-anak dan generasi mendatang, sekaligus menjadi kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

    Ia berharap semakin banyak masyarakat yang berani menuangkan ide, pengalaman, dan pemikirannya dalam bentuk buku. Dengan semakin banyaknya penulis baru, budaya literasi di Indonesia diyakini akan tumbuh lebih kuat dan mampu melahirkan masyarakat yang kritis, kreatif, serta berkarakter.

    "Jangan menunggu sempurna untuk mulai menulis. Mulailah menulis, maka kesempurnaan akan bertumbuh seiring proses. Setiap orang adalah penulis, dan setiap tulisan adalah jejak kebaikan yang dapat menginspirasi banyak jiwa," pungkas Rizal Mutaqin.


    Komentar

    Tampilkan