Jakarta – Perkembangan ancaman global yang semakin kompleks menuntut organisasi militer untuk melakukan perubahan mendasar, tidak hanya pada aspek persenjataan, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusianya. Menurut Dr. Fitry Taufiq Sahary, S.E., M.M., M.Kom. (AI), Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan Universitas Pertahanan Republik Indonesia, transformasi sistem pembinaan personel TNI ad menjadi kebutuhan mendesak agar mampu menjawab tantangan peperangan modern.
Dr. Fitry menjelaskan bahwa karakter ancaman saat ini telah bergeser dari perang konvensional menjadi ancaman multidimensi. Serangan siber, perang informasi, terorisme, perebutan sumber daya strategis, hingga ancaman hibrida menjadi bagian dari dinamika lingkungan strategis yang harus diantisipasi oleh TNI. Kondisi tersebut menuntut hadirnya prajurit yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga unggul dalam penguasaan teknologi.
Menurutnya, sistem pembinaan personel yang selama ini berjalan perlu dievaluasi agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Pola rekrutmen, pendidikan, dan pengembangan karier yang masih bersifat konvensional dinilai belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan organisasi pertahanan masa depan yang sarat dengan penggunaan teknologi tinggi.
Dalam aspek rekrutmen, Dr. Fitry mendorong adanya terobosan dengan mengombinasikan pola pembinaan prajurit generalis dan spesialis. Selain tetap mencetak calon pemimpin lapangan yang memiliki kemampuan umum kemiliteran, TNI juga perlu membuka ruang lebih luas bagi perekrutan personel dengan keahlian khusus, seperti teknologi informasi, keamanan siber, kecerdasan buatan, kesehatan, hukum, maupun bidang strategis lainnya.
Ia juga menilai bahwa proses rekrutmen harus lebih proaktif. Potensi generasi muda terbaik bangsa perlu dijemput melalui kerja sama dengan sekolah unggulan, perguruan tinggi, hingga lembaga pendidikan vokasi. Dengan demikian, TNI dapat memperoleh sumber daya manusia berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Di bidang pendidikan, Dr. Fitry menekankan pentingnya pembaruan kurikulum agar sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan militer tidak cukup hanya berfokus pada pembentukan karakter, disiplin, dan kepemimpinan, tetapi juga harus membekali prajurit dengan kompetensi digital, penguasaan sistem informasi, keamanan siber, serta kemampuan mengoperasikan alutsista modern berbasis teknologi.
Lebih lanjut, ia menggarisbawahi bahwa pengembangan karier personel harus dibangun berdasarkan kompetensi. Prajurit yang memiliki spesialisasi tertentu perlu diberikan jalur karier yang linier sehingga keahliannya dapat berkembang secara mendalam. Pendekatan ini dinilai mampu menciptakan profesionalisme yang lebih tinggi sekaligus meningkatkan efektivitas organisasi.
Transformasi pembinaan personel juga perlu didukung melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Kementerian, perguruan tinggi, lembaga penelitian, komunitas profesional, hingga industri teknologi dapat menjadi mitra strategis dalam meningkatkan kapasitas prajurit. Sinergi tersebut akan mempercepat transfer pengetahuan sekaligus memperluas akses terhadap perkembangan teknologi terkini.
Menurut Dr. Fitry, investasi terbesar dalam pertahanan sesungguhnya bukan hanya pada pengadaan alat utama sistem persenjataan, melainkan pada pembangunan manusia yang mengoperasikannya. Alutsista modern tidak akan memberikan nilai strategis yang optimal apabila tidak didukung oleh prajurit yang kompeten, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan.
Ia berharap transformasi sistem pembinaan personel TNI dapat dilaksanakan secara bertahap, terencana, dan berkelanjutan. Dengan membangun prajurit yang unggul dalam karakter, profesional dalam tugas, serta ahli dalam penguasaan teknologi, TNI akan semakin siap menghadapi tantangan pertahanan negara di era digital dan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah dinamika ancaman global yang terus berkembang.
Sumber: Sahary, F. T., Mutaqin, R., Mutaqin, G., & Dharmopadni, D. S. (2023). Transformation of Indonesian Army Personnel to Produce Experts Soldiers in the Field of Technology. Jurnal Pertahanan: Media Informasi ttg Kajian & Strategi Pertahanan yang Mengedepankan Identity, Nasionalism & Integrity, 9(1), 167-177.

.jpeg)
